Senin, 09 Januari 2012

Berdakwah di Kalangan Kabilah Arab

Musim haji dan waktu-waktu pasaran Bangsa Arab merupakan kesempatan yang sangat strategis untuk menemui tokoh-tokoh yang berpengaruh dari berbagai  penjuru jazirah Arab. Maka kesempatan ini dimanfaatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mencari perlindungan dan menjalankan dakwahnya. 

Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu berkata kepada setiap kabilah yang dijumpainya, 

“Wahai Bani Fulan, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Allah memerintahkan kalian untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Allah juga memerintahkan kalian untuk meninggalkan apa yang kalian sembah selain-Nya, beriman kepadaku, membenarkanku dan melindungiku sampai aku bisa menjelaskan ajaran Allah yang aku bawa ini…”

Abu Lahab selalu mengikuti gerakannya. Lalu setiap Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selesai mengutarakan maksudnya itu, ia selalu menyela, 

“Ketahuilah, sesungguhhya anak ini akan mengajak kalian untuk meninggalkan agama nenek moyang kalian, meninggalkan Lata, Uzza dan kemudian akan membawa kalian kepada kesesatan dan ajaran baru yang dibawanya…”

Berdasarkan fakta sejarah, penduduk Madinah adalah yang paling banyak menanggapi dakwah Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan baik ketika beliau memperkenalkannya kepada mereka. Pada tahun kesebelas dari kenabian, Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjumpai orang-orang Khazraj di Aqabah untuk meminta perlindungan dan berdakwah kepada mereka. Beliau mengajak mereka masuk Islam dan membacakan Al-Qur’an kepada mereka. Mereka sangat antusias dan menerima dengan baik dakwah beliau. Akhirnya mereka menerima dakwah Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk masuk Islam. Mereka berkata, 

“Sesungguhnya kami telah meninggalkan kaum kami, dan tidak ada sebuah kaum yang senang berkelahi dengan sesamanya seperti kami. Maka, semoga Allah mempersatukan mereka melalui dirimu. Kami akan menemui dan mengajak mereka untuk mengikuti semua ajaranmu. Kami juga akan memperlihatkan kepada mereka ajaran-ajaran yang telah kami dapatkan dari agamamu ini. Dan seandainya Allah benar-benar mempersatukan mereka melalui dirimu, niscaya tidak ada orang yang lebih mulia darimu.”  

Setelah itu mereka kembali lagi ke Madinah dan berjanji untuk menemui Rasulullah lagi pada musim haji berikutnya.
Sesampainya di Madinah, mereka menjumpai kaumnya dan menceritakan keberadaan Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan ajarannya. Lalu mereka mengajak kaumnya untuk bersama-sama masuk Islam. Berita tentang Rasulullah dan ajarannya pun menyebar luas di Madinah. Dari hari ke hari jumlah mereka yang masuk Islam semakin banyak. Bahkan nyaris tidak ada satu wilayah Madinah pun yang tidak mendengar keberadaan Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar