Musim haji
dan waktu-waktu pasaran Bangsa Arab merupakan kesempatan yang sangat strategis
untuk menemui tokoh-tokoh yang berpengaruh dari berbagai penjuru jazirah Arab. Maka kesempatan ini
dimanfaatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mencari
perlindungan dan menjalankan dakwahnya.
Rasulullah
shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu berkata kepada setiap kabilah yang
dijumpainya,
“Wahai Bani Fulan, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada
kalian. Allah memerintahkan kalian untuk menyembah-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan apapun. Allah juga memerintahkan kalian untuk meninggalkan
apa yang kalian sembah selain-Nya, beriman kepadaku, membenarkanku dan
melindungiku sampai aku bisa menjelaskan ajaran Allah yang aku bawa ini…”
Abu Lahab
selalu mengikuti gerakannya. Lalu setiap Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam selesai mengutarakan maksudnya itu, ia selalu menyela,
“Ketahuilah,
sesungguhhya anak ini akan mengajak kalian untuk meninggalkan agama nenek
moyang kalian, meninggalkan Lata, Uzza dan kemudian akan membawa kalian kepada
kesesatan dan ajaran baru yang dibawanya…”
Berdasarkan
fakta sejarah, penduduk Madinah adalah yang paling banyak menanggapi dakwah
Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan baik ketika beliau
memperkenalkannya kepada mereka. Pada tahun kesebelas dari kenabian, Rasulullah
shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjumpai orang-orang Khazraj di Aqabah untuk
meminta perlindungan dan berdakwah kepada mereka. Beliau mengajak mereka masuk
Islam dan membacakan Al-Qur’an kepada mereka. Mereka sangat antusias dan
menerima dengan baik dakwah beliau. Akhirnya mereka menerima dakwah Rasulullah
shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk masuk Islam. Mereka berkata,
“Sesungguhnya
kami telah meninggalkan kaum kami, dan tidak ada sebuah kaum yang senang
berkelahi dengan sesamanya seperti kami. Maka, semoga Allah mempersatukan
mereka melalui dirimu. Kami akan menemui dan mengajak mereka untuk mengikuti
semua ajaranmu. Kami juga akan memperlihatkan kepada mereka ajaran-ajaran yang
telah kami dapatkan dari agamamu ini. Dan seandainya Allah benar-benar
mempersatukan mereka melalui dirimu, niscaya tidak ada orang yang lebih mulia
darimu.”
Setelah itu mereka kembali lagi ke Madinah dan berjanji untuk menemui
Rasulullah lagi pada musim haji berikutnya.
Sesampainya
di Madinah, mereka menjumpai kaumnya dan menceritakan keberadaan Rasulullah
shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan ajarannya. Lalu mereka mengajak kaumnya
untuk bersama-sama masuk Islam. Berita tentang Rasulullah dan ajarannya pun
menyebar luas di Madinah. Dari hari ke hari jumlah mereka yang masuk Islam
semakin banyak. Bahkan nyaris tidak ada satu wilayah Madinah pun yang tidak
mendengar keberadaan Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar