Tampilkan postingan dengan label kisah islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2021

birrul walidain

Sapi itu berkata, “Demi Rabb Bani Israil, jika engkau menunggangiku, niscaya kamu tidak dapat menguasaiku untuk selamanya. Ayo berangkat! Sungguh, jika engkau memerintahkan gunung melepaskan diri dari pangkalnya dan berjalan bersamamu, niscaya ia melakukannya lantaran baktimu kepada ibumu.”

Lantas pemuda tersebut berjalan bersama sapi menemui ibunya. Sang ibu berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau orang fakir. Engkau tidak memiliki harta. Engkau kerepotan mencari kayu bakar di siang hari dan melakukan qiyamul lail di malam hari. Oleh karena itu, pergilah. Jual sapi ini!”

Si anak bertanya, “Saya jual dengan harga berapa?”

Ibunya menjawab, “Tiga dinar. Engkau jangan menjual tanpa pertimbanganku.” 
Harga sapi telah dipatok tiga dinar. Sang anak pun berangkat ke pasar.

Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus malaikat agar dia melihat makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya sekaligus untuk menguji pemuda tersebut bagaimana baktinya kepada ibunya. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui hal tersebut.

Sang malaikat (yang menjelma dlm wujud manusia) bertanya, “Kamu jual sapi ini dengan harga berapa?”

Dia menjawab, “Tiga dinar. Dengan catatan ibuku meridainya.”

Lantas malaikat berkata, “Saya beli enam dinar. Tetapi engkau tidak perlu meminta persetujuan ibumu.”

Pemuda itu berkata, “Seandainya engkau memberiku emas seberat sapi ini pun, saya tidak akan mengambilnya melainkan dengan rida ibuku.”

Kemudian dia membawa pulang sapi kepada ibunya dan dia menceritakan tentang harganya.

Lalu sang ibu berkata, “Kembali lagi! Juallah dengan harga enam dinar berdasarkan rida dariku.’

Dia pun berangkat ke pasar dan menemui malaikat. Sang malaikat bertanya, “Apakah engkau telah meminta persetujuan ibumu?”

Pemuda itu menjawab, “Beliau menyuruhku agar tidak mengurangi harganya dari enam dinar dengan catatan saya meminta persetujuan ibu.”

Sang malaikat berkata, “Saya akan memberimu dua belas dinar.”

Pemuda itupun menolak, lalu kembali kepada ibunya dan menceritakan hal tersebut kepadanya.

Ibunya berkata, “Sungguh, orang yang mendatangimu adalah malaikat dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Jika dia mendatangimu lagi, katakan padanya, ‘Apakah engkau memerintahkan kami untuk menjual sapi ini ataukah tidak?”

Pemuda itu pun melakukan hal tersebut, lalu malaikat berkata, “Kembalilah kepada ibumu. Dan tolong sampaikan padanya, ‘Biarkanlah sapi ini. Sungguh Nabi Musa bin Imran ‘alaihis salam akan membelinya dari kalian untuk mengungkap korban pembunuhan seseorang di kalangan kaum Bani Israil. Janganlah engkau menjualnya kecuali dengan kepingan dinar yang memenuhi kulitnya. Oleh karena itu, tahan dulu sapi ini.’”

Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menakdirkan orang-orang Bani Israil yang menyembelih sapi itu. Mereka terus-menerus menanyakan ciri-ciri sapi tersebut dan ternyata ciri-ciri yang diberikan sesuai dengan ciri-ciri sapi pemuda saleh tersebut. Hal ini merupakan imbalan bagi pemuda tersebut atas baktinya kepada sang ibu sebagai anugerah dan kasih sayang.

Akhirnya mereka pun membeli sapi tersebut dengan emas sepenuh kulit sapi. Lantas mereka menyembelih sapi tersebut kemudian memukulkan bagian dari sapi kepada korban pembunuhan sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selanjutnya orang yang terbunuh bangkit; hidup lagi dengan izin Allah, sedang urat lehernya masih mengalirkan darah. Lalu dia berkata, “Yang membunuh saya adalah fulan.” Kemudian dia jatuh dan mati di tempatnya. Maka, si pembunuh terhalang mendapat warisan.

☝🏻Ringkasan kisah di atas diambil dari kisah Bani Israil. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1:440-445 dan Al-Bidayah wa An-Nihayah, 2:165-168.

Rabu, 24 Februari 2021

kisah cinta Julaibib

Syarah:

Ini termasuk anugerah terbesar yang Allah ta’ala berikan kepada hamba-Nya yang mukmin. Sesungguhnya, amalan yang terus menerus dan biasa dikerjakan, apabila terputus karena sakit atau safar (bepergian jauh), maka amalan itu tetap dicatat sebagai amalan yang sempurna (sebagaimana ketika dalam keadaan normal). Karena Allah mengetahui kalau tidak ada penghalang, tentu amalan tersebut akan dikerjakannya. Sehingga Allah memberi pahala sesuai dengan niatnya sebesar pahala orang yang mengerjakannya (dalam keadaan normal) dan pahala sakit yang dirasakannya. Dimana ketika sakit itu mereka tabah di atas kesabaran. Padahal boleh jadi apa yang dikerjakan seorang musafir belum tentu dia kerjakan ketika bermukim, misalnya ta’lim (mengajar), memberi nasehat atau bimbingan kepada kemaslahatan, baik urusan dunia maupun agama, terutama dalam safar yang baik seperti, jihad, haji, umrah, dan sebagainya.

Masuk dalam hadits ini pula bahwa siapapun yang beribadah dengan cara yang kurang sempurna, sementara dia tidak mampu mengerjakan lebih sempurna lagi, maka sesungguhnya Allah akan menyempurnakan sesuai dengan niatnya –seandainya hal itu mampu dia lakukan tentu dikerjakannya secara sempurna. Sebab ketidakmampuan menyempurnakan ibadah merupakan salah satu jenis penyakit. Wallahu a’lam.

Barang siapa yang berniat mengerjakan kebaikan, namun disibukkan dengan amalan lain yang lebih utama dan tidak mungkin mengerjakannya sekaligus, maka lebih tepat dan lebih pantas amalannya yang terhalang tersebut untuk dicatat sebagai amalan yang (juga) utama. Demikian pula seandainya dia sibuk mengerjakan amalan yang setara dengan amalan yang (terpaksa ditinggalkannya). Sesungguhnya karunia Allah sangatlah besar. Wallahu a’lam.
@muslimahorid

Di broadcast ulang: BerbagiKebaikan 

https://t.me/Berbagi_Kebaikan

Senin, 15 Februari 2021

Kesabaran Atha' bin Yasar

🍀🍀🍀🍀🍀

📜 KISAH KESABARAN ATHO’ BIN YASAR

 

Atho’ bin Yasar rahimahullah merupakan seorang tabi’in yang lahir di kota Madinah tahun 29 H dan wafat tahun 103 H. Selain seorang Imam dan Faqih, ia juga rajin menyampaikan mau’izhoh hasanah di Masjid Nabawi kepada kaum muslimin. Beliau seorang yang penyabar dan tegar. Berkaitan dengan hal ini, beliau memiliki kisah menarik bersama saudaranya Sulaiman bin Yasar rahimahullah, sebagaimana yang telah diceritakan oleh Abdurrahman bin Zaid bn Aslam rahimahumallah. Berikut alur cerita tersebut.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahullah bercerita: “Atho bin Yasar dan Sulaiman bin Yasar pernah keluar dari kota Madinah -menuju Mekkah- untuk melaksanakan ibadah haji. Ikut bersama mereka beberapa orang sahabat. Ketika sampai di daerah al-Abwa’, mereka mampir di sebuah rumah persinggahan. Sulaiman dan para sahabatnya lalu pergi untuk menyelesaikan kebutuhan masing-masing. Yang tersisa hanyalah Atho’ bin Yasar. Ia berdiri untuk mengerjakan shalat malam di dalam rumah itu.”

Abdurrahman melanjutkan: “Tiba-tiba seorang wanita badui yang cantik jelita masuk untuk menemui Atho’. Pada saat melihatnya, Atho’ mengira wanita itu butuh sesuatu, ia pun menyegerakan shalatnya. 

Atho' bertanya: “Engkau butuh sesuatu?” 

Wanita itu menjawab: “Iya.” 

Atho’ kembali bertanya: “Apa itu?” 

“Kemarilah engkau, tidurlah denganku, aku rindu laki-laki, aku tidak bersuami,” Jawabnya.

Atho’ berkata: “Menjauhlah dariku, jangan engkau bakar aku dan dirimu dengan api neraka.” 

Atho’ melihat wanita cantik itu dan ia terus menggodanya, akan tapi tetap saja ia menolaknya. Akhirnya ia menangis dan berkata: “Celakalah dirimu, menjauhlah engkau dariku!”

Isak tangisnya pun semakin menjadi. Ketika wanita itu melihat Atho’ menangis seperti itu, akhirnya ia terharu dan larut menangis bersamanya. 

Atho’ terus saja menangis. Wanita yang ada di hadapannya itu juga terus menangis. Dalam keadaan seperti itu, datanglah Sulaiman setelah menyelesaikan urusannya. Tatkala melihat Atho’ menangis, dan wanita yang ada di hadapannya di pojok rumah itu juga menangis, ia pun ikut menangis. Padahal ia tidak mengetahui sebab keduanya memangis. Para sahabat mereka berdua pun berdatangan satu demi satu. Ketika satu persatu datang dan melihat mereka menangis, maka ia langsung duduk dan ikut menangis bersama mereka, tanpa bertanya sebab tangisan mereka. Sehingga pecahlah suara tangisan mereka. Akhirnya, tatkala wanita itu melihat apa yang terjadi di sekelilingnya, ia bangkit dan pergi.“

Abdurrahman meneruskan: “Para sahabat Atho’ lalu bangkit dan masuk ke dalam rumah. Sementara itu, karena menghormati kakaknya dan wibawa yang ada padanya, hingga beberapa saat Sulaiman tidak berani bertanya kepadanya tentang kisah wanita itu.”

Abdurrahman melanjutkan: “Pada kesempatan lain, karena ada suatu urusan mereka berdua pergi menuju Mesir dan tinggal di sana hingga beberapa saat. Pada suatu malam, tiba-tiba Atho’ terbangun dari tidurnya lalu menangis. 

Sulaiman bertanya: “Kenapa engkau menangis, saudaraku?” Namun tangisannya malah semakin menjadi. Ia bertanya lagi: “Kenapa engkau menangis, saudaraku?” 

Akhirnya Atho’ bercerita: “Malam ini aku bermimpi.” 

Sulaiman bertanya: “Mimpi apa itu?” 

Atho’ berkata: “Jangan sekali-kali engkau menceritakannya kepada seorangpun selama aku masih hidup. Aku bermimpi melihat Nabi Yusuf alaihis-salam. Aku mendatangi beliau untuk memandanginya bersama orang-orang lain yang juga ingin memandangi beliau. Ketika aku melihat ketampanannya aku menangis, sehingga orang-orang melihatku.

Lalu Nabi Yusuf bertanya: “Mengapa engkau menangis?” 

Aku menjawab: “Wahai Nabi Allah, aku teringat -kisah- dirimu bersama Istri sang Raja, cobaan darinya dan penjara yang menimpamu, juga perpisahanmu dengan Nabi Ya’qub. Jadilah aku menangis seperti ini. Aku kagum terhadap semua itu.”

Nabi Yusuf berkata: “Mengapa engkau tidak kagum kepada laki-laki yang bersama wanita badui di al-‘Abwa’?" (maksudnya adalah Atho' sendiri)

[Atho berkata]: "Aku paham apa yang beliau maksud, sehingga aku terbangun seraya menangis.”

Sulaiman bertanya: “Saudaraku, apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu?” Akhirnya Atho’ menceritakan kejadian sebenarnya kepadanya. Sulaiman tidak memberitahukan cerita ini kepada seorangpun hingga Atho’ meninggal dunia. Ia bercerita kepada seorang wanita dari anggota keluarganya. Sementara itu, tidaklah kisah ini tersebar luas di kota Madinah kecuali setelah Sulaiman bin Yasar meninggal dunia rahimahumallah.

📚 (Mawaqif Imaniyyah, Ahmad Farid, 104-105)

Menghadapi cobaan wanita tidaklah mudah. Sedikit dari kaum Adam yang selamat darinya, tapi begitu banyak lelaki yang tumbang dan takluk di hadapannya. Semoga Allah memudahkan kita -kaum Adam- menjadi golongan yang sedikit tersebut.

Untuk kaum Hawa, jagalah baik-baik diri kalian. Sebab fitnah terbesar bagi kami -kaum Adam- ada pada kalian. Jangan sampai kalian menjadi penyebab kami menuju neraka. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kalian untuk meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Aamiin.

 

📝 Bagian Indonesia 🇮🇩
ICC DAMMAM KSA
[ 24/04/1438 H ]
================== @iccdammamksa

Sabtu, 06 Februari 2021

bila cinta

Bismillaah...

💞 *Bila Cinta Dalam Hati Bersemi* 💞

Cintailah orang yang menyayangimu
Karena bisa jadi
Dia pergi meninggalkanmu
Disaat engkau mulai mencintainya…….

Begitulah curahan penyesalan seorang lelaki ketika rumah tangga mereka sad ending dengan perceraian. Dia baru merasa kehilangan miliknya yang paling berharga, sosok wanita yang pernah menghiasi hari-harinya dengan kebahagiaan.

Justru lezatnya madu cinta seakan baru direguknya disaat-saat terakhir bersamanya. Sebagaimana ungkapan seorang shaleh yang mencandai istrinya : “ Cinta bertepuk sebelah tangan adalah musibah”. Sang istri membalas : “ Wajah yang berpaling darimu tapi kamu tak bisa melupakannya”.

Kulamar Engkau Di Akhirat

Ada pula gambaran menakjubkan tentang sepasang sejoli yang saling merajut cinta, dimana perasaan kasih keduanya sangat kuat, dan tak terpisahkan, hingga menjelang Abu Darda’ rahimahullah wafat, Ummu Darda’ pernah mengatakan kepadanya, “ Dulu kau pinang diriku kepada keluargaku di dunia, lalu mereka menikahkanku denganmu. Sekarang aku meminangmu kepada dirimu untuk nanti di akhirat”. Kalau begitu jangan engkau menikah lagi sepeninggalku ”.

Ummu Darda’ benar-benar memenuhi permintaan Abu Darda’. Setelah meninggalnya Abu Darda’, Muawiyah bin Abi Sufyan rahimahullah datang menyampaikan pinangan. Saat itu Ummu Darda’ masih muda dan dikenal kecantikannya Ummu Darda’ menolak, “ Tidak ” katanya. “ Aku tidak akan menikah lagi dengan seorangpun di dunia sampai aku menikah dengan Abu Darda’ di surga, insya Allah,”.

Abu Darda’ memberi nasehat spesial kepada istrinya, “Bila kau marah, aku membuatmu ridha kembali. Karena itu bila aku marah buatlah aku ridha. Kalau tidak demikian, betapa cepatnya kita akan berpisah”.

Itulah salah satu pesan penuh hikmah dari generasi terbaik yang pernah ada agar bahtera cinta tetap, meskipun hujan dan gelombang badai datang menerpa silih berganti.

Bukankah dalam setiap detik, pasutri tetap bisa merasa bahagia manakala dia menyandarkan segala kehidupannya kepada Allah Ta’ala dan melaksanakan hukum dan Syari’at-Nya. Orang yang cinta dalam hatinya bersemi akan merasa betapa sangat berharga nilai sebuah pernikahan, bagaimanapun kondisi kemiskinan, kesulitan dan berbagai penderitaan yang dialaminya.

Cinta Sepanjang Masa

Adalah Su’da rahimahallah, wanita cantik , anggun, dan lugu yang pernah mempesona seorang gubernur Madinah Marwan bin Hakam rahimahullah, wanita ini pula pernah membuat penasaran serta memikat hati Muawiyah bin Abi Sufyan rahimahullah. Lantas apa yang diimpikan wanita Arab itu ?

Su’da memiliki suami yang miskin, suatu saat Muawiyah berbicara kepada suaminya , “ Wahai pria Arab, apakah engkau masih mencintai Su’da ?”. Dia menjawab, “ Demi Allah wahai Amirul Mukminin, seandainya anda beri aku kursi kekhalifahan sekalipun dengan segala isinya, semua itu tidak ada nilainya disisiku bila dibandingkan dengan Su’da ” .

Bagaimana jawaban Su’da ketika Mu’awiyah menanyakan sosok lelaki yag dicintainya ?

Su’da menjawab,” Aku memilki kenangan manis bersama lelaki ini, cinta yang tak tergoyahkan. Bersamanya aku akan sabar menghadapi kesengsaraan hidup, sebagaimana aku mereguk kenikmatan pada saat kebahagiaan menjelang”.

Cinta di antara pasutri terkadang membuat orang lain takjub sedemikian rupa, sebagaimana kisah legendaris Su’da. Ada apa dibalik kedahsyatan cinta mereka, apa hanya karena faktor fisik, perasaan sehati, apa yang membuat magnet cinta mereka sangat kuat tak terpisahkan?

Kekuatan Sebuah Komitmen

Kenapa banyak pasangan yang memliih berpisah meski rumah tangga mereka baru seumur jagung?
Diluar kelihatannya mereka saling mesra dan menampakkan gairah cinta yang menyala-nyala .

Sebaliknya, ada rumah tangga yang berumur puluhan tahun dan nampaknya kurang mesra, bahkan sang istri selama itupun belum bisa mencintai suaminya meski telah memiliki beberapa anak.

Apa rahasia kesuksesan pernikahan?

Komitmen dan pembuktiannya, itulah kunci untuk mendapat taufik Allah sehingga sukses pernikahan seseorang! Selama seseorang memiliki visi , dan tujuan akhirat, tak masalah dengan perasaan cinta.

Kalau hanya bermodal cinta saja, namun tanpa komitmen jelas dalam bingkai ibadah kepada Allah, niscya rumah tangga akan mudah goyah. Inginkah anda berdua menjadi pasutri akhirat ?
Saatnya mempersiapkan bekal untuk menuju negeri kebahagiaan. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa kepada-Nya.

—————————————————-
Penulis: Isruwanti Ummu Nashifah
Murojaah: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah

Minggu, 31 Januari 2021

kisah teladan 39

====================
🌴 Sepenggal Kisah Sang Teladan 39 🌴
===================

Kholid Ar Rib'i Rohimahullah berkisah :

Dahulu kala Lukman Al Hakim adalah seorang budak Habasy yang bekerja sebagi tukang kayu.

Suatu kali tuannya memerintahkan ia untuk menyembelih seekor kambing, beliau pun menyembelih kambing tersebut 

Lalu sang tuan memerintahkan untuk memberikan dua bagian daging kambing yang terbaik
 
maka beliau memberikan bagian lidah dan jantung kambing tersebut.

_______

Setelah beberapa hari sang tuan kembali meminta Lukman untuk menyembelih seekor kambing lagi dan disembelihlah kambing tersebut 

lalu sang tuan berkata :

Buanglah dua bagian daging yang paling buruk dari kambing itu! 

Maka beliau membuang bagian lidah dan jantung. 

Sang tuan pun berkata :

Ketika aku memintamu saat engkau menyembelih kambing pertama untuk memberikan bagian yang terbaik dari dagingnya, engkau memberikan bagian lidah dan jantung.

Dan sekarang ketika engkau menyembelih kambing lagi aku meminta agar membuang bagian yang paling buruk dari dagingnya, engkau malah membuang bagian lidah dan jantungnya ?

Maka Lukman Al Hakim menjawab :

Wahai tuanku sesungguhnya tidak ada yang lebih baik daripada keduanya bila keduanya baik dan tidak ada yang lebih buruk dari keduanya bila keduanya buruk

___________________

📚 Roudhotul Uqolaa 26

📲 chanel telegram 
https://t.me/hikmatussalaf

☘☘☘☘☘☘☘

Sabtu, 23 Januari 2021

Kisah Salaf

Dalam mimpi seseorang berkata kepadanya: "Tolonglah orang yang sedang berduka itu!". 

Beliau bangun lalu bertanya ke orang-orang di sekitarnya, "Adakah tetangga kita yang butuh bantuan?" Mereka bilang, "Kami tidak tahu". 

Beliau kembali tidur lalu bermimpi bertemu orang yang sama untuk kedua dan ketiga kalinya, orang tersebut berkata, "Apakah kamu masih tidur sedangkan kamu belum menolong orang yang berduka itu?".

Beliau bangun dan membawa uang 300 dirham kemudian mengendarai bighalnya menuju masjid. Ketika beliau sampai, beliau melihat di mesjid hanya ada seorang laki-laki yang sedang salat. Ketika laki-laki itu merasa ada orang yang melihatnya, Ia pergi lalu Ishaq pun mendekatinya lalu berkata:

"Wahai hamba Allah, di waktu dan tempat seperti ini? Apa yang membuatmu keluar dari rumahmu?"

Lelaki itu menjawab, "Aku punya modal 100 Dirham, kemudian itu semua habis sampai aku punya hutang 200 Dirham".

Kemudian Ishaq mengeluarkan 300 Dirham yang tadi dibawanya dan berkata, "Ini 300 Dirham, ambillah!".

Lelaki itu mengambil uang tersebut lalu Ishaq bertanya,"Apakah kamu mengenalku?"

Lelaki itu berkata, "Tidak".

"Aku Ishaq bin Abbad, kalau kamu butuh sesuatu, datanglah ke rumahku di sana."

Lelaki itu berkata,"Semoga Allah merahmatimu, kalau kami butuh sesuatu, kami mengadu kepada Dzat yang mengeluarkanmu di waktu seperti ini dan mendatangkanmu kepada kami".

Sabtu, 16 Januari 2021

ibu

DI BALIK HARUMNYA NAMA MEREKA

https://t.me/sahabat_taat

"Nak, tuntutlah ilmu. Fokuslah engkau untuk belajar. Tidak usah risau dengan perbekalanmu. Aku yang akan menanggung semua kebutuhanmu dengan sedikit hasil pintalanku," kira-kira itulah ucapan salah seorang ibu kepada anaknya. Meski sedikit hasil dari memintal, meski hidup dalam kesederhanaan, sang ibu terus mendorong anaknya untuk terus menuntut ilmu.

Tak hanya dalam bekal materi saja, sang ibu terus melihat dan memerhatikan hasil perkembangan ilmu anaknya.

"Nak, kalau engkau menulis sepuluh huruf, lihatlah, apakah engkau merasakan ada tambahan rasa takut kepada Allah, kesabaran, dan ketenangan pada dirimu? Jika tidak, maka ilmu itu justru memudaratimu dan tidak berguna untukmu," kata sang ibu.

Ya, demikianlah perhatian sang ibu kepada anaknya. Kejadian ini terjadi pada sekitar abad pertama hijriah, anak itulah yang dinamai Sufyan, Sufyan bin Sa'id bin Masruq Ats Tsauri.

Siapa beliau❓

Tentu Anda telah mendengar nama harumnya, seorang ulama ternama di zamannya, imam, fakih, zahid, sampai-sampai lbnul Mubarak mengatakan,

"Tiada seorang pun yang kutulis riwayat darinya yang lebih baik daripada Sufyan Ats Tsauri rahimahullah."

Di belahan bumi yang lain, pada kurun generasi yang berbeda, bertepatan pada tahun 1330 H, seorang anak dilahirkan ke dunia. Fisiknya lemah. Dia baru bisa berjalan saat usianya tiga tahun. Ayahnya telah meninggal semenjak kecil. Di usia keenam belas, matanya terkena penyakit. Hingga, pada usia 19 tahun, penglihatannya telah buta total. Namun sang ibu tetap tak berputus asa. Dia terus mengasuh anaknya di atas kemuliaan. Dia terus mendidik anaknya di atas jalan thalabul ilmi (menuntut ilmu). Hingga anaknya tumbuh, bersemangat dan bersegera dalam kebaikan.

Sang anak senantiasa datang awal ke masjid pada waktu salat.
Dia pun terkenal dermawan. Setiap dia salam kepada seseorang, dia ajak makan siang atau makan malam bersama, meski seadanya, dengan kurma atau hidangan yang mudah untuknya.
Adapun pada masa tuanya, sang anak tumbuh memenuhi dunia ini dengan ilmu dan perbaikan. Fatwanya terus didengar dan dibaca meski jasadnya telah meninggal. Namanya terus semerbak hingga waktu ini. Dialah Imam Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah.

Pembaca, rahimakumullah, dua kisah yang kami sebutkan ini hanyalah contoh. Kalau kita gali lebih dalam, niscaya kita dapatkan hal yang serupa. Sebutlah nama harum berikut: Imam Malik, Imam Asy Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Al Bukhari, dan masih banyak sederetan nama lainnya, yang menampakkan hal yang sama.

Bahwa, seorang tokoh akan muncul dari seorang ibu yang bijaksana, ibu yang memerhatikan anaknya dan mengarahkan anaknya menjadi pribadi mulia.

"Ibu adalah madrasah. Jika engkau mempersiapkannya, engkau mempersiapkan sebuah bangsa dan generasi yang baik.

Ibu adalah ujung tombak peradaban. Merekalah yang akan mempersiapkan anak-anak generasi setelahnya.

Saat sang ibu salehah, hasil yang didapatkan pun niscaya cemerlang insya Allah.

Ibu yang mendidik anaknya untuk zuhud, hidup sederhana, mempersiapkan anak untuk menghadapi kesulitan dan kepayahan, niscaya akan lahir generasi tangguh dan kokoh.

Berbeda dengan ibu yang tidak mempersiapkannya demi hal tersebut.

•Menangis, saat anaknya sedikit merasakan kepayahan.

•Mengeluh saat anaknya sedikit mendapatkan kesulitan menerapkan peraturan pondok.
Yang seperti ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cengeng, tidak tahan banting, dan akan menjadi anak yang mudah terkalahkan.

Generasi yang berani maju jihad melawan musuh, hanya akan lahir jika sang ibu terus memberikan dorongan untuk berani berkorban di jalan Allah.

Karena itu, jadilah ibu yang salehah demi anak-anak Anda.

Persiapkan diri Anda, wahai ibu, untuk mempersiapkan generasi setelah Anda.

Demikian pula para ayah, pilihlah ibu yang akan menjadi madrasah bagi anak Anda, anak yang kelak akan menjadi penerus perjuangan Islam.

Wallahu a'lam bish shawab.

Kamis, 26 November 2020

kisah wanita yang pesan kamar di neraka

Semoga Allah memberikan hidayah kpd wanita itu sebelum tiba ajalnya.

ADA ARTIS INDONESIA MESAN KAPLING DI NERAKA.

“Gua kan udah bilang, gua enggak gila-gila masuk surga say. Gua mah di neraka juga enggak apa-apa,” ujarnya.

*🔥KISAH NYATA SEORANG WANITA PEMESAN KAMAR DI NERAKA*🔥
Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg 
IG: @salafyways
IG: @salafy_kids
Sahabat, sehubungan dengan beredarnya video artis NM yang menginginkan tinggal di neraka, maka kisah nyata ini sangat relevan untuk di posting kembali, sebagai i’tibar bagi kita semua, agar kita berhati2 dalam setiap ucapan kita....

Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt = Mesir).

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.

Usia nya sekitar 20 tahun.

Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan menegurnya.
 
“Wahai pemudi Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu.

Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek,

“Siapakah kamu hai orang tua?

Apakah di tangan kamu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,

“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan biadab.
 
Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk.

Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi.

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu.

Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillahi min dzalik.

Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.

Saudara-saudariku,

Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek.

Semoga bermanfaat. 

Sumber:  
Faidah Ustadz Fahruddin Nu’man, Lc.  

TIDAK TAKUT MASUK NERAKA ? 

Ada seorang artis mengaku, merasa senang jika

kelak masuk neraka karena bisa bertemu dengan sejumlah artis dunia yang sudah meninggal.⁣
"Siapa tahu gue bisa bikin acara di situ. Ketemu Michael Jackson, penyanyi cewek reggae yang meninggal gara-gara overdosis itu, Amy Winehouse, di neraka," ujar artis tersebut. 
"Mending masuk neraka aja. Di situ, gue ketemu artis-artis juga. Bukan artis Indonesia ya, males banget," tambahnya.⁣
°
INILAH ORANG YANG TERTIPU

Al Imam adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan,

-  ‹ كل من لم يخش أن يكون في النار ، فهو مغرور ، قد أمن مكر الله به ›.

"Setiap orang yang tidak merasa takut akan masuk ke dalam neraka, maka dia telah tertipu. Sungguh dia telah merasa aman dari makar ALLAH."

📚 Siyar A'lamin Nubala 6/291

°
DAHSYATNYA NERAKA
​​
Sifat-Sifat Neraka

Telah banyak nash dalam al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjelaskan sifat-sifat neraka. Kami hanya akan menyampaikan sebagian kecilnya, mudah-mudahan menjadi nasihat bagi kita semua.

1. Neraka memiliki tujuh pintu

Allah berfirman:
“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (al-Hijr: 44)

2. Malaikat penjaga neraka

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrim: 6)

Dalam ayat lain:
“Mereka berseru, ‘Wahai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)’.” (az-Zukhruf: 77)

3. Besar neraka

Dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallohu 'anhu, Nabi bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang, setiap tali kekang diseret 70.000 malaikat.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

4. Panas neraka

Allah berfirman:
Katakanlah, “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya),” jika mereka mengetahui. (at-Taubah: 81)

Rasulullah bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

“Api kalian, yang dinyalakan bani Adam, adalah satu bagian dari tujuh bagian panasnya api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)

5. Kedalaman neraka

Ketika Rasulullah sedang bersama sahabatnya, tiba-tiba mereka mendengar suara. Beliau berkata:

تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Tahukah kalian, apakah itu?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Jahanam sejak tujuh puluh musim yang lalu. Sekarang baru sampai dasarnya.” (HR. Muslim no. 2844)

6. Makanan dan minuman penduduk neraka

Allah berfirman:
“Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, yang akan memenuhi perut kalian. Sesudah itu, kalian akan meminum air yang sangat panas. Maka kalian minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.” (al-Waqi’ah: 51—56)

Rasulullah berkata, “Seandainya satu tetes zaqqum menetes di dunia, niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana (kira-kira pengaruhnya) bagi orang yang memakannya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i, lihat Shahih Jami’ no. 5126)

Allah berfirman:
“…Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (al-Kahfi: 29)

Allah berfirman:
“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.” (Ibrahim: 16)

📕 Asy Syariah Edisi 073, 26 April 2012 (ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubara

.com/story.php?story_fbid=823662311803556&id=278855802950879

🌹“Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” 📚 (HR. Muslim no. 2674).🌹
Reposted by :  👥 Grup wa manhaj salaf  Channel telegram salafyways https://goo.gl/vLphkg 
IG: @salafyways
IG: @salafy_kids

k) asysyariah.com 

📋 DAHSYATNYA AZAB NERAKA YANG PALING RINGAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saudaraku rahimakumullaah, tidak ada yang sanggup menahan dahsyatnya azab neraka, walau azab neraka yang paling ringan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أهْوَنَ أهْلِ النَّارِ عَذَاباً يَوْمَ القِيَامَةِ لَرَجُلٌ يوضعُ في أخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ مَا يَرَى أنَّ أَحَداً أشَدُّ مِنْهُ عَذَاباً وَأنَّهُ لأَهْوَنُهُمْ عَذَاباً

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan azabnya di hari kiamat adalah orang yang diletakkan bara api pada kedua kakinya, hingga menyebabkan otaknya mendidih. Dia menyangka tidak ada seorang pun yang lebih dahsyat azabnya dari dirinya, padahal azabnya yang paling ringan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu'anhuma]

Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa ia juga diazab secara psikis, yaitu ia merasa azabnya yang paling berat. Siksaan psikis makin berat ketika ia diingatkan bahwa tidak ada harapan baginya untuk keluar dari neraka, walau ia sanggup menebus dirinya dengan harta seisi bumi.

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ اللهُ تَعَالَى لأهْوَنِ أهْلِ النَّارِ عَذَاباً يَوْمَ القِيَامَةِ: لَوْ أنَّ لَكَ مَا فِي الأرْضِ مِنْ شَيْءٍ أكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: أرَدْتُ مِنْكَ أهْوَنَ مِنْ هَذَا، وَأنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ: أنْ لا تُشْرِكَ بِي شَيْئاً، فَأبَيْتَ إِلا أنْ تُشْرِكَ بِي

"Allah ta'ala berfirman kepada orang yang paling ringan azabnya di hari kiamat: Seandainya engkau memiliki harta dunia apakah kamu mau menebus dirimu dengan seluruh hartamu? Maka ia menjawab: Ya. Maka Allah berfirman: Aku telah menghendaki darimu yang lebih mudah dari hal ini, ketika engkau berada di sulbi Adam: Janganlah kamu mempersekutukan aku sedikit pun, tapi kamu enggan kecuali mempersekutukan aku." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu]

Hadits yang mulia ini juga mengingatkan bahaya syirik, yaitu kekal di neraka. Adapun orang musyrik yang azabnya paling ringan adalah Abu Thalib, karena mendapat syafa'at Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam disebabkan jasa-jasa besarnya, tapi tidak sampai mengeluarkannya dari neraka, karena dosa syirik yang ia lakukan.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: https://sofyanruray.info/dahsyatnya-azab-neraka-yang-paling-ringan/

DAHSYATNYA NERAKA (NASEHAT YANG BERHARGA)

Mufassir al Qurthubi rahimahullah berkata :

"Pikirkan sekarang perasaan takut yang merasuk di qalbumu ketika menyaksikan dahsyatnya ash-shiroth yang begitu tajam. 

Lalu pandanganmu tertuju pada hitamnya neraka Jahannam yang ada di bawah shiroth. 

Kemudian pendengaranmu dikejutkan dengan teriakan dari neraka serta gemuruhnya.

Ketika itu engkau mendapat beban untuk melewati shiroth dalam keadaan tubuhmu yang letih dan qalbumu yang bergejolak penuh takut, kedua kakimu tergoncang serta punggungmu yang menahan beban dosa yang sangat berat. Itu semua akan menyulitkanmu untuk berjalan di tanah yang lapang, maka bagaimana dengan berjalan melewati shiroth yang begitu tajam.

Jika kau letakkan salah satu kakimu diatasnya lalu merasakan tajamnya terus kamu terpaksa melangkahkan kakimu yang lain. 

Dihadapanmu para makhluk jatuh terpeleset dan para zabaniyah penjaga neraka menyambut mereka dengan kait-kait besi yang menyambar. 

Kau melihat mereka terjerembab kepala mereka jatuh lebih dulu ke dalam neraka.

Sungguh pemandangan yang sangat menakutkan, sangat sulit dan begitu sempit.

Ya Allah, selamatkan,. ...selamatkan..

📚  Sumber : At-Tadzkirah lil Qurtuby, hal. 757
--------------

🚫موعظة بليغة 🚫

♦قال المفسر المالكي العلامة القرطبي رحمه الله :

 "تفكَّر الآن فيما يحل بك من الفزع بفؤادك إذا رأيت الصراط ودقَّتَه، ثم وقع بصرك على سواد جهنم من تحته، ثم قرَع سمعَك شهيق النار وتغيُّظُها، وقد كُلِّفت أن تمشي على الصراط، مع ضعف حالك، واضطراب قلبك، وتزلزل قدمك، وثقل ظهرك بالأوزار المانعة لك من المشي على بساط الأرض، فضلاً عن حدة الصراط، فكيف بك إذا وضعت عليه إحدى رجليك، فأحسست بحدَّته، واضطررت إلى أن ترفع قدمك الثانية، والخلائق بين يديك

يزِلُّون ويتعثرون، وتتناولهم زبانية النار بالخطاطيف والكَلاليب، وأنت تنظر إليهم كيف ينكسون إلى جهة النار رؤوسهم وتعلو أرجلهم، فيا له من منظر ما أفظعَه، ومرتقًى ما أصعبَه، ومجال ما أضيقَه، فاللهم سلِّم سلم"
--------------

📚[ التذكرة للقرطبي ص 757]

📝 Alih bahasa : al ustadz Utsman Madiun hafidhahullah 

KEHINAAAN DAN KEPUTUSASAAN PENGHUNI NERAKA

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:

...Mereka (penghuni Neraka) berkata kepada (Malaikat) Penjaga Jahannam:

ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ

...mintakanlah kepada Rabb kalian agar berkenan meringankan untuk kami siksaan meski sehari saja (Q.S Ghafir ayat 49)

Perhatikanlah kalimat (dalam ayat ini) pada beberapa segi.

Pertama: Mereka tidak meminta langsung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka meminta melalui penjaga Jahannam agar memintakan untuk mereka. Karena Allah telah berfirman kepada mereka:

اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

Menetaplah di Neraka dalam keadaan hina, dan jangan sekali-kali berbicara kepadaKu (Q.S al-Mu’minuun ayat 108)

Mereka melihat diri mereka tidak pantas meminta kepada Allah dan berdoa kepadaNya kecuali melalui perantara.

Kedua: Mereka berkata: Mintakanlah kepada Rabb kalian. Tidak mengatakan: Mintakanlah kepada Rabb kami. Karena wajah dan hati mereka tidak sanggup untuk berbicara menisbatkan Rububiyyah Allah bagi mereka hingga menyatakan: “Rabb kami”. Mereka berada dalam kerendahan dan kehinaan (yang sangat) sehingga melihat bahwa diri mereka tidak layak untuk menisbatkan rububiyyah Allah bagi mereka. Justru mereka mengatakan: Rabb kalian.

Ketiga: Mereka tidak mengatakan (dalam permintaannya): agar diangkat (dihilangkan) adzab dari kami. Namun mereka justru mengatakan: agar diringankan (adzab dari kami). Karena mereka telah putus asa – Naudzu billah -. Mereka telah berputus asa dari kemungkinan dihilangkannya adzab dari mereka (secara keseluruhan).

Keempat: Mereka tidak mengatakan: agar diringankan adzab dari kami seterusnya. Namun justru mereka berharap agar sehari saja diringankan dari adzab itu. Hal ini nampak menunjukkan demikian dahsyatnya siksaan, kehinaan, dan kerendahan yang mereka alami. (Allah Ta’ala berfirman):

وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ

Dan engkau melihat mereka (orang-orang dzhalim itu) berpaling dari Neraka karena demikian takut penuh kehinaan. Mereka hanya memandang melalui lirikan mata... (Q.S asy-Syuuro ayat 45)

Semoga Allah melindungi kita darinya.

(Tafsir Juz Amma li Syaikh Ibn Utsaimin halaman 33)

Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah

(WA al I'tishom). 

TERJEMAH TAFSIR AL-MUYASSAR SURAH AL-HUMAZAH

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ ١ 

1. Keburukan dan kebinasaan akan menimpa setiap orang yang suka melakukan ghibah (menggunjing) orang (lain), dan suka mencerca (menjelek-jelekkan di hadapannya)

ٱلَّذِي جَمَعَ مَالٗا وَعَدَّدَهُۥ ٢ 

2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya

يَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخۡلَدَهُۥ ٣ 

3. Dia mengira bahwa darinya terjamin dengan harta yang dikumpulkannya itu akan membuatnya kekal di dunia dan terlepas dari perhitungan (hari kiamat)

كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤ 

4. Keadaannya tidaklah seperti yang dia sangka. Sungguh ia akan dilemparkan ke dalam Neraka yang menghancurleburkan setiap yang dilemparkan ke dalamnya

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥ 

5. Apakah yang anda ketahui – wahai Rasul- tentang hakikat Neraka?

نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦ ٱلَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةِ ٧ 

6-7. Sesungguhnya itu adalah Api Allah yang dinyalakan. Sedemikian dahsyatnya hingga tembus dari tubuh menuju hati (jantung)

إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨ فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ ٩

8-9. Sesungguhnya mereka berada dalam ruangan yang tertutup rapat (sangat pengap) pada tiang yang dibentangkan, sehingga mereka tidak bisa keluar darinya

📑 Penerjemah: Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

🌹Repost Fp Ittiba'Rasulullah 
➡Silahkan dishare,Barakallahu Fiikum 

https://m.facebook

Rabu, 28 Oktober 2020

saat Allah memberi hidayah

SAAT ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH

 Syaikh ‘Abdurrozaq bin Badr حفظه الله تعالى bercerita di chanel telegram beliau,

“Sebagian temanku yang salih bercerita tentang tetangganya yang berusia 24 tahun. Ia adalah pecandu arak. Dan tidak pernah sholat. Hari-harinya diisi dengan minum arak..

Suatu hari, aku melihat dia sholat di masjid dan banyak beribadah. Ia duduk setelah sholat shubuh sampai matahari terbit. Aku merasa heran dengan perubahannya..

Ketika orang orang telah pergi, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. Pemuda itu berkata, “Aku akan menceritakan kisahku..

“Suatu malam yang amat dingin aku keluar seperti biasanya. Ternyata aku melihat seekor anak anjing hampir mati kedinginan. Aku merasa iba sekali kepadanya. Segera ku ambil anjing itu. Aku berikan susu. Saking kasihannya aku peluk anjing itu agar merasa hangat. Sampai hilang kedinginannya dan ia segar kembali. .

Lalu akupun tidur..

Namun anehnya keinginanku minum arak telah hilang sama sekali. Padahal aku sangat candu dengan arak dan aku merasa semangat untuk beribadah dan sholat…
.
Syaikh ‘Abdurrozaq berkata, “Perhatikanlah sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tentang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan.. Lalu Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya..”

Ia menyayangi seekor anjing, dan Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya. “Orang yang penyayang itu akan disayangi oleh Arrohman.” (HR Attirmidzi)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Jumat, 05 Januari 2018

Saya harus membuang air susu saya

{ Saya Harus Membuang Air Susu Saya, Bu }

Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama. Satu minggu setelah bekerja, majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama. Dengan tutur kata yang lemah lembut si majikan bertanya. “Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?” Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. “Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya.” Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi. “Subhanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda!!!” kata majikan.

Ternyata majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang. “Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu ingin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu .” “Subhanallah, apa Ibu tidak apa- apa saya tinggal?” Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala dan berkata bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.

Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan, dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan. Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi? Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya.

Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa? Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh pasien. Wanita itupun menjawab, “Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi.” Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air susunya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter.

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena Allah memang telah menghendakinya. “Obatilah orang yang sakit dengan sedekah.”

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya …

Penulis : Ustadz Abu Hamzah

Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝 Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa' ad Dariny, M.A.

📔 Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik 👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Rabu, 03 Januari 2018

Sepenggal kisaj di langit Turki

{ Sepenggal Kisah Di Langit Turki }

Di dalam buku hariannya Sulthon Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya. Sultan berkata kepada kepala pengawal: “Mari kita keluar sejenak.

Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan dimalam hari dengan cara menyamar. Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah lorong yang sangat sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun setiap orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya. Sultanpun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: “Apa yang kau inginkan?. Sultan menjawab: “Mengapa orang ini meningal tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Dimana keluarganya?” Mereka berkata: “Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzina”. Sultan menimpali: “Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya”.

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya. Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya. Dalam tangisnya sang istri berucap: Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh” Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang mengatakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya”.

Sang istri menjawab: “Sudah kuduga pasti akan begini. Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawah ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: “Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”. Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: “Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”. Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”.

Orang-orangpun hanya menyaksikannya selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir. Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: “Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu”. Ia hanya tertawa, dan berkata: “Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya”. Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: “Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya”. Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.

Catatan:

Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja. Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain. Terlalu banyak yang tidak kita ketahui. Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di hatinya. Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu. Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai penduduk Jahannam, ternyata penghuni Firdaus yang masih melangkah di bumi.
Ingat…

Diantara yang paling banyak membuat orang diseret masuk kedalam neraka adalah lisannya…

Penulis : Ustadz Aan Chandra Thalib

Oleh: Mutiara Risalah Islam

✏ Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa' ad Dariny, M.A...?

📒 Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

☎ Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik 👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Istri sholehah

[Kisah Istri Sholehah]

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa’) tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur’an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.

Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku…

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, “Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??”

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do’aku, “Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., “Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?”. Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…
Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, “Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!”. Maka aku berkata kepadanya, “Aku ini putrimu Asmaa'”. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : “Subhaanallahu…”. Dokter yang lain dari Mesir berkata, “Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…”. Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo’ kecuali do’a…barang siapa yang menjaga syari’at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….

Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)

Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…

Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…

Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci

Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

( http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Ust Firanda Andirja)

Oleh : Pusat Buku Sunnah

📝 Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari.. ?

📚 Anda akan mendapatkan Fawaid, Artikel, Nasehat, Poster Dakwah Serta Resensi Buku Agama Sesuai Al Quran dan Sunnah Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Penuh Hikmah PBS

📱 Daftar ke Wa : 08975759697 atau klik 👉http://gabung.kliksini.me/wa/GroupWA

Senin, 04 Desember 2017

Istighfar seorang tukang roti

[Kisah Tukang Roti dan Istighfar]

Kisah ini terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu. Imam Ahmad ingin menghabiskan malamnya di masjid, akan tetapi beliau dilarang menginap di masjid lewat perantara penjaga masjid. Imam Ahmad berusaham agar diizinkan namun sia-sia. Imam Ahmad berkata kepadanya, "Saya akan tidur di sini." Dan benar, Imam Ahmad bin Hanbal tidur di tempatnya itu. Maka penjaga masjid mengeluarkannya dari area masjid.

Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang syaikh yang berwibawa, terlihat padanya ciri-ciri kebaikan dan ketakwaan. Tiba-tiba beliau dilihat oleh seorang tukang roti. Melihat beliau seperti itu, dia menawarkan agar menginap di rumahnya. Lantas Imam Ahmad bin Hanbal mengikuti si tukang roti. Dia menjamu beliau kemudian beranjak pergi mengambil adonannya untuk membuat roti. Imam Ahmad mendengar si tukang roti beristihfar dan beristighfar.

Waktu berlalu lama, sementara dia tetap seperti itu (beristighfar), Imam Ahmad bin Hanbal keheranan. Ketika hari beranjak pagi, Imam Ahmad bertanya kepada sang tukang roti tentang istighfarnya semalam, dia menjawab bahwa selama mengadon tepungnya, dia mengadon sambil beristighfar.

Imam Ahmad bertanya kepadanya, "Apakah kamu mendapatkan buah dari istighfarmu?" Imam Ahmad bertanya kepada sang tukang roti dengan pertanyaan ini karena beliau tahu buah-buah istighfar, beliau tahu keutamaan istighfar, serta tahu faidah-faidah istighfar.

Tukang roti berkata, "Ya. Demi Allah, saya tidak memohon permohonan kecuali pasti dikabulkan, kecuali satu doa."

Imam Ahmad bertanya, "Apa itu?"

Si tukang roti berkata, "(Permohonan untuk) melihat Imam Ahmad bin Hanbal!"

Imam Ahmad berkata, "Saya Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, aku diseret kepadamu."

Kisah ini disebutkan oleh al-Ustadz Amr Khalid

(Keajaiban Sedekah & Istighfar karya Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam (penerjemah Muhammad Iqbal, Lc & Jamaluddin), penerbit Darul Haq cet. V, Rajab 1429 H/Agustus 2008 M, hal. 142-143.)

Oleh : Pusat Buku Sunnah

📝 Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari.. ?

📚 Anda akan mendapatkan Fawaid, Artikel, Nasehat, Poster Dakwah Serta Resensi Buku Agama Sesuai Al Quran dan Sunnah Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Penuh Hikmah PBS

📱 Daftar ke Wa : 08975759697 atau klik 👉http://gabung.kliksini.me/wa/GroupWA