Minggu, 16 Oktober 2011

Hamzah dan Umar Masuk Islam

Hamzah ibn Abdul Muthalib
Abu Ishaq dan Ibn Sa’ad menuturkan: 
Seorang budak perempuan Abdullah ibn Jad’an mengabarkan kepada Hamzah bahwa Abu Jahal telah menghina keponakannya, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa sallam dengan hinaan yang keji dan menyakitkan. Sontak, ia bangkit dan mendatangi abu jahal yang sedang berkumpul dengan kaumnya. Hamzah menghampiri Abu Jahal dan langsung memukulnya dengan busur hingga tepat mengenai kepalanya. Setelah itu Hamzah berkata, 

“Apakah kamu masih berani mencela Muhammad bila aku telah masuk ke dalam agamanya?.” 

Sejak peristiwa itu Hamzah mulai mendapatkan  hidayah dan tertarik untuk masuk Islam.

Sejak masuk Islamnya Hamzah, bangsa Quraisy mulai menyadari bahwa kekuatan Rasulullah semakin kuat dan kokoh. Mereka juga berfikir bahwa Hamzah pasti akan selalu melindunginya. Sejak saat itu bangsa Quraisy mulai menghentikan penganiayaan dan celaan mereka terhadap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam.
  

Umar Bin Khattab

Sebelum masuk Islam, Umar termasuk musuh Islam yang paling kejam. Ia berwatak keras dan berperangai bengis. Sebagian besar kaum muslimin pernah mendapatkan siksaan darinya.
Suatu hari, Umar bin Khattab bermaksud hendak menjumpai Muhammad untuk mencacinya. Namun, di tengah perjalanan ia dihadang oleh seseorang yang ternyata mengetahui apa yang hendak ia lakukan. Orang itu memberitahukan kepada Umar bahwa adik perempuannya dengan suaminya telah masuk Islam. Umar terkejut bukan kepalang dan marah besar.  Dia pun bergegas menuju rumah adik perempuan dan suaminya. Saat itu, saudara perempuannya dan suaminya tengah bersama-sama dengan Khabab. Tanpa berkata apa pun, Umar langsung memukuli Khabab sampai darahnya mengalir. Umar mendapatkan beberapa pelepah kurma bertuliskan beberapa ayat dari surah Thaha. Umar pun membacanya. Namun, sebelum itu, atas saran saudara perempuannya dia mandi terlebih dahulu sebelum menyentuh pelepah- pelepah itu. Setelah membaca ayat-ayat tersebut hati Umar tergugah dan ia menyatakan diri masuk Islam. Lalu ia pergi menjumpai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk mengabarkan ke-Islamannya. 

Masuk Islamnya Umar merupakan jawaban dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas permintaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika berdoa, 

“Ya Allah! Muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling engkau cintai dari kedua orang ini, Abu Jahal atau Umar ibn Khattab.”

Dan ternyata. Allah lebih memilih untuk memuliakan Islam dengan Umar ibn Khattab Radhiyallahu ‘Anhu.

Ibnu Ishaq menuturkan: Umar Rhadhiyllahu ‘Anha pernah menceritakan: setelah masuk Islam, aku langsung mengingat-ingat salah seorang  penduduk Mekah yang paling memusuhi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Lantas, aku teringat bahwa Abu Jahal adalah orangnya. Maka, aku segera datang ke rumahnya dan langsung mengetuk  pintunya. Tak lama kemudian Abu Jahal keluar seraya berkata, 

“Selamat datang, wahai Umar. Ada urusan apakah hingga membuatmu ke rumahku ini?.” Aku menjawab, “Aku datang untuk mengabarkan kepadamu bahwasanya  aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan aku benar-benar percaya dengan apa yang di bawanya.” 

Ketika mendengar pengakuan itu, Abu Jahal langsung membanting pintunya seraya menyerapah, 

“Semoga Tuhan melaknatmu dan melaknat kabar yang kamu bawa itu!.”

Diriwayatkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjuluki Umar dengan al-Faruq yang berarti orang yang memisahkan antara yang haq dan yang batil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar