Hamzah ibn Abdul Muthalib
Abu Ishaq dan
Ibn Sa’ad menuturkan:
Seorang budak perempuan Abdullah ibn Jad’an mengabarkan
kepada Hamzah bahwa Abu Jahal telah menghina keponakannya, Muhammad Shalallahu
‘Alaihi wa sallam dengan hinaan yang keji dan menyakitkan. Sontak, ia bangkit
dan mendatangi abu jahal yang sedang berkumpul dengan kaumnya. Hamzah
menghampiri Abu Jahal dan langsung memukulnya dengan busur hingga tepat
mengenai kepalanya. Setelah itu Hamzah berkata,
“Apakah kamu masih berani
mencela Muhammad bila aku telah masuk ke dalam agamanya?.”
Sejak peristiwa itu
Hamzah mulai mendapatkan hidayah dan
tertarik untuk masuk Islam.
Sejak masuk
Islamnya Hamzah, bangsa Quraisy mulai menyadari bahwa kekuatan Rasulullah
semakin kuat dan kokoh. Mereka juga berfikir bahwa Hamzah pasti akan selalu
melindunginya. Sejak saat itu bangsa Quraisy mulai menghentikan penganiayaan
dan celaan mereka terhadap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam.
Umar
Bin Khattab
Sebelum masuk
Islam, Umar termasuk musuh Islam yang paling kejam. Ia berwatak keras dan
berperangai bengis. Sebagian besar kaum muslimin pernah mendapatkan siksaan
darinya.
Suatu hari,
Umar bin Khattab bermaksud hendak menjumpai Muhammad untuk mencacinya. Namun,
di tengah perjalanan ia dihadang oleh seseorang yang ternyata mengetahui apa
yang hendak ia lakukan. Orang itu memberitahukan kepada Umar bahwa adik
perempuannya dengan suaminya telah masuk Islam. Umar terkejut bukan kepalang
dan marah besar. Dia pun bergegas menuju
rumah adik perempuan dan suaminya. Saat itu, saudara perempuannya dan suaminya
tengah bersama-sama dengan Khabab. Tanpa berkata apa pun, Umar langsung
memukuli Khabab sampai darahnya mengalir. Umar mendapatkan beberapa pelepah
kurma bertuliskan beberapa ayat dari surah Thaha. Umar pun membacanya. Namun, sebelum
itu, atas saran saudara perempuannya dia mandi terlebih dahulu sebelum
menyentuh pelepah- pelepah itu. Setelah membaca ayat-ayat tersebut hati Umar
tergugah dan ia menyatakan diri masuk Islam. Lalu ia pergi menjumpai Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk mengabarkan ke-Islamannya.
Masuk
Islamnya Umar merupakan jawaban dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas permintaan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika berdoa,
“Ya Allah! Muliakanlah
agama Islam ini dengan orang yang paling engkau cintai dari kedua orang ini,
Abu Jahal atau Umar ibn Khattab.”
Dan ternyata.
Allah lebih memilih untuk memuliakan Islam dengan Umar ibn Khattab Radhiyallahu
‘Anhu.
Ibnu Ishaq
menuturkan: Umar Rhadhiyllahu ‘Anha pernah menceritakan: setelah masuk Islam,
aku langsung mengingat-ingat salah seorang penduduk Mekah yang paling memusuhi Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Lantas, aku teringat bahwa Abu Jahal adalah orangnya.
Maka, aku segera datang ke rumahnya dan langsung mengetuk pintunya. Tak lama kemudian Abu Jahal keluar seraya
berkata,
“Selamat datang, wahai Umar. Ada urusan apakah hingga membuatmu ke
rumahku ini?.” Aku menjawab, “Aku datang untuk mengabarkan kepadamu bahwasanya aku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan aku benar-benar percaya dengan apa
yang di bawanya.”
Ketika mendengar pengakuan itu, Abu Jahal langsung membanting
pintunya seraya menyerapah,
“Semoga Tuhan melaknatmu dan melaknat kabar yang
kamu bawa itu!.”
Diriwayatkan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjuluki Umar dengan al-Faruq yang
berarti orang yang memisahkan antara yang haq dan yang batil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar