1. Menuntaskan aktivitas hari ini sehingga fokus dan konsentrasi untuk hari-hari ke depan. Pekerjaan hari ini selesaikan hari ini, tuntaskan hari ini, hingga bisa fokus dan konsentrasi untuk melaksanakan apa yang akan dilaksanakan di masa depan.
2. Menyingkirkan takalluf (membebani diri suatu pekerjaan melebihi batas kemampuan). Jangan memaksa-maksakan diri untuk mengambil hal-hal yang istimewa jika memang tidak mampu. Tidak usah memaksakan diri harus punya pencapaian ini dan itu, yang penting kita usaha, adapun hasil, nilai, prestasi itu bonus, yang pokok adalah usaha kita.
3. Memilih-milih melakukan ragam aktivitas yang mulia.
4. Mengkondisikan jiwa untuk tidak meminta dan mengharapkan ucapan serta balasan terima kasih, kecuali dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang kita cari adalah ganjaran dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kebaikan yang kita lakukan kepada orang.
5. Mengetahui dan menyadari bahwasanya gangguan manusia kepada kita dengan ucapan dan perbuatan itu, tidak membahayakan kita jika kita tidak memikirkannya, namun akan membahayakan mereka.
6. Menghadirkan kesadaran di dalam diri dan hati tentang singkatnya kehidupan dunia. Maka jangan dipersingkat lagi dengan bertambahnya kegalauan.
7. Melatih jiwa untuk rela bersusah payah merasakan pahitnya takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan membiasakannya. Maka jiwa dilatih, dibiasakan dengan hidup susah, "hidup susah itu biasa dan siap", jika ternyata hidup enak "ya alhamdulillah", tapi jiwa dan diri itu disiapkan untuk hidup susah, siap untuk menderita.
Poin-poin ini semua disampaikan oleh Ibnu Sa'di Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab beliau yang tipis namun bermanfaat Al Wasail Al Mufidah Lil Hayati As Sa'idah.
📝 Ustadz Dr. Aris Munandar., SS., M.P.I حفظه الله تعالى
Tidak ada komentar:
Posting Komentar