Jumat, 28 Juli 2023

Ia Menasehati-mu Karena Pernah Terjatuh pada posisimu

Seorang sahabat yang menasehati,

Bukan berarti ia cerewet
Bukan berarti ia suka ikut campur urusan-mu.

Bisa jadi ia pernah berada di posisi-mu dahulu.

Terjatuh dan terjerembab lalu menyesal.

Ia ingin engkau tidak terjatuh juga

Dulu ia bangga memamerkan auratnya.

Tapi ia sadar bahwa ia dipandang dengan nafsu bukan dipandang dengan menunduk menghormati.

Jadilah laki-laki yang medekati hanya karena nafsu.

Cantik hilang, hilang juga cinta yang diumbar.

Karenanya ia sangat cerewet padamu menesahati.

Dahulu ia senang menikmati dan mengumpulkan dunia.

Menjadi budak harta dan sombong memamerkan lalu lupa akhirat.

Tapi ia sadar bahwa mencari dunia tidak akan ada garis finishnya. Karena garis finishnya adalah qana'ah. 

Kini ia sadar setelah mulai menua. Tidak bisa menikmati harta yang sudah tumpuk. Karena sakit-sakitan dan badan melemah. 

Karenanya ia cerewet agar engkau infakkan harta-mu. Membantu sesama dan menolong agama Allah.

Itulah sahabat.

Bukan sahabat namanya jika tidak pernah menegur. 

Tidak pernah memperbaiki kesalahan temannya. 

Sebuah syair Arab,

ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪّﻗﻚ

Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”

Jika engaku memiliki sahabat seperti ini. Maka genggam tanggannya. Jangan pernah lepaskan.

Semoga menjadi sahabat dunia akhirat. Saling memberikan syafa'at di akhirat

Imam Syafi'i berkata,

إذا كان لك صديق يعينك على الطاعة فشد يديك به فإن اتخاذ الصديق صعب ومفارقته سهل

"Jika engkau memiliki sahabat yang membantumu dalam ketaatan maka genggam erat ia, karena menjadikan teman itu susah dan melepasnya sangat mudah." (Hilyah al-Auliya' 4/101)

Penyusun: Raehanul Bahraen


Tidak ada komentar:

Posting Komentar