Selasa, 01 Januari 2013

CARA RASULULLAH MENJAGA KESEHATAN

Ada beberapa kebiasaan positif  yang membuat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selalu tampil fit dan jarang sakit, di antaranya :

SELEKTIF TERHADAP MAKANAN

Tidak ada makanan yang masuk ke dalam mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran  Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah madu. Beliau biasa meminum madi yang dicampur air untuk membersihkan air liur dan pencernaan. Beliau bersabda, "Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Al-Qur'an." (H.R. Ibnu Majah dan Hakim).

TIDAK MAKAN SEBELUM LAPAR DAN BERHENTI MAKAN SEBELUM KENYANG

Aturannya, kapasitas perut dibagi dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga lagi untuk udara. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

"Anak Adam tidak memenuhi suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya."Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiganya lagi untuk pernafasan."
(H.R. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

MAKAN DENGAN TENANG , TUMAKNINAH, TIDAK TERGESA-GESA DENGAN TEMPO SEDANG

Apa hikmahnya? cara makan seperti ini akan menghindarkan dari tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingg kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna, dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

CEPAT TIDUR DAN CEPAT BANGUN

 Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan (contohnya tidur siang), namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekedar yang dibutuhkan. kecuali setelah Isya' beliau mempunyai majlis ilmu bersama para sahabatnya. Penelitian Daniel F Kripke, Ahli Psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30 - 120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa tidur selepasa Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

ISTIQAMAH MELAKUKAN SHAUM SUNAT DILUAR SHAU RAMADHAN

Karena itu kita mengenal beberapa shaum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, Ayyamul Bith', Shaum Daud, Shaum 6 hari di bulan Syawwal dan sebaginya. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Shaum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan) yang sifatnya total menyeluruh.

Yang tidak kalah penting dari ikhtiar lagi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat mantap dalam ibadah ritualnya khususnya dalam sholat beliau pun memiliki keterampilan paripurna  dalam mengelola emosi, fikiran dan hati. Penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memanage hati,  fikiran dan perasaan serta ketersambungan yang inten dengn Dzat Yang MAha Tinggi akan menentukan kesehatan seseorang jasmani maupun rohani.

Dari Buku : "TIPS HIDUP SEHAR CARA NABI"
karya : Abdurrahman bin Salim el-Ghifari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar