Rabu, 22 Februari 2012

Tanda-Tanda Perpisahan


Setelah dakwah benar-benar menjadi sempurna, mulai muncul tanda-tanda perpisahan yang bisa ditangkap dari dari sabda dan tindakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. di antara tanda-tanda tersebut adalah:
Pada bulan Ramadhan tahun 10 H. beliau I’tikaf di masjid selama dua puluh hari. Padahal sebelumnya beliau tidak I’tikaf kecuali hanya sepuluh hari saja. 

Jibril  mengetes Al-Qur’an dari beliau hingga dua kali.

Pada waktu haji wada’ beliau bersabda, 
“Aku tidak tahu pasti, boleh jadi aku tidak akan bisa bertemu kalian setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini.”

Pada waktu melempar jumrah Aqabah, beliau bersabda, 
“Pelajarilah manasik kalian dariku, karena boleh jadi aku tidak berhaji lagi sesudah tahun ini.”

Turun surah An-Nashr pada pertengahan hari Tasyriq.

Pada awal bulan Shafar tahun 11 H. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pergi ke Uhud, lalu shalat atas orang-orang mati syahid di sana, layaknya orang yang  hendak berpisah dengan orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal. Lalu beliau menuju mimbar dan berpidato, 
“Sesungguhnya aku lebih dahulu meninggalkan kalian, aku menjadi saksi atas kalian  dan demi Allah, aku benar-benar akan melihat tempat kembaliku saat ini. Aku telah diberi kunci-kunci gudang dunia atau kunci-kunci dunia, demi Allah, aku tidak takut kalian akan musyrik sepeninggalku. Tetapi aku takut kalian akan bersaing dalam masalah itu.

Pada suatu malam pertengahan bulan yang sama beliau pergi ke Baqi, lalu memintakan ampunan bagi orang-orang yang dikubur di sana. Beliau bersabda, 
“Salam sejahtera atas kalian wahai para penghuni kubur, apa yang kalian hadapi di sana menjadi ringan, seperti apa yang dihadapi manusia. Fitnah datang seperti potongan malam yang gelap gulita, yang akhir akan menyusul yang awal. Hari akhirat lebih jahat pembalasannya daripada di dunia.” Lalu beliau mengabarkan kepada orang-orang yang dikubur di sana dengan bersabda, “Sesungguhnya kami akan bersua kalian.”

 Sumber : Sirah Nabawiyah, oleh Syaikh Shafiyurr-Rahman Al-Mubarakfury

Tidak ada komentar:

Posting Komentar