Minggu, 09 Oktober 2011

Pengasuhan Kakek Dan Pamannya

      Ayahanda Raslullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal dunia pada saat beliau masih dalam kandungan sang ibu. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Qs. Adh-Dhuha ayat 6 yang berbunyi :

 “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?”

       Berdasarkan keterangan al-Qur’an ini, jelaslah bahwa Rasulullah Raslullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lahir dalam keadaan yatim. Karena ayahnya meninggal dunia,maka yang mengurus dan mencukupi kebutuhannya adalah kakek beliau, Abdul Muthalib. Sedangkan yang merawat adalah ibundanya sendiri, Aminah binti Wahab.

       Ketika Rasulullah Raslullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berusia enam tahun, ibunda beliau, Aminah binti Wahab meninggal dunia di Abwa. Saat itu beliau sedang dalam perjalanan pulang kembali ke Mekah bersama Muhammad setelah mengunjungi paman-paman dari pihak ayahnya, yaitu keturunann Bani Adi Najjar di Madinah. 

        Sepeningal ibundanya tercinta itu, Muhammad diantarkan oleh pelayan dan pengasuhnya, Ummu Aiman, kepada kakeknya, Abdul Muthalib di Mekah. Maka, sejak saat itu Abdul Muthalib merawat dan mengsuh beliau dengan segala kemampuannya. Abdul Muthalib selalu berada di dekat cucunya, dia tidak pernah mengizinkan seorang pun memasuki kamar Muhammad saat ia sedang tidur. Dikisahkan, Abdul Muthalib mempunyai sebuah tikar khusus di dekat Kakbah, tak seorang pun dari anak-anaknya yang berani menempati tikar tersebut. Mereka hanya berani dan diperbolehan duduk di sekitar tikar tersebut. Adapun Muhammad, ia selalu duduk bersama sang kakek di atas tikar itu.  Demikianlah, Abdul Muthalib mengasuh cucunya dengan penuh kasih sayang hingga wafat. 

       Pada saat kakeknya wafat, usia Muhammad masih delapan tahun. Sebelum meninggal, Abdul  Muthalib  mewasiatkan pengasuhan Muhammad kepada Abu Thalib pamannya. Abu Thalib merupakan saudara kandung dengan Abdullah, ayah Muhammad.  

       Abu Thalib memberikan perhatian yang sangat besarterhadap keponakannya. Dikisahkan, Abu Thalib tidak pernah tidur kecuali Muhammad sudah ada di sampingnya, ia tidak pernah pergi kecuali dengan mengajak Muhammad, ia selalu menyiapkan hidangan khusus untk Muhammad. Abu Thalib mengasuh dan merawat beliau dengan penuh perhatian sampai wafatnya, yaitu tiga tahun sebelum hijrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar