“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang
yatim, lalu Dia melindungimu?”
Berdasarkan
keterangan al-Qur’an ini, jelaslah bahwa Rasulullah Raslullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lahir dalam keadaan yatim. Karena ayahnya
meninggal dunia,maka yang mengurus dan mencukupi kebutuhannya adalah kakek
beliau, Abdul Muthalib. Sedangkan yang merawat adalah ibundanya sendiri, Aminah
binti Wahab.
Ketika Rasulullah
Raslullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berusia enam tahun, ibunda
beliau, Aminah binti Wahab meninggal dunia di Abwa. Saat itu beliau sedang dalam
perjalanan pulang kembali ke Mekah bersama Muhammad setelah mengunjungi
paman-paman dari pihak ayahnya, yaitu keturunann Bani Adi Najjar di Madinah.
Sepeningal ibundanya
tercinta itu, Muhammad diantarkan oleh pelayan dan pengasuhnya, Ummu
Aiman, kepada kakeknya, Abdul Muthalib di Mekah. Maka, sejak saat itu Abdul
Muthalib merawat dan mengsuh beliau dengan segala kemampuannya. Abdul Muthalib
selalu berada di dekat cucunya, dia tidak pernah mengizinkan seorang pun
memasuki kamar Muhammad saat ia sedang tidur. Dikisahkan, Abdul Muthalib
mempunyai sebuah tikar khusus di dekat Kakbah, tak seorang pun dari
anak-anaknya yang berani menempati tikar tersebut. Mereka hanya berani dan
diperbolehan duduk di sekitar tikar tersebut. Adapun Muhammad, ia selalu duduk
bersama sang kakek di atas tikar itu.
Demikianlah, Abdul Muthalib mengasuh cucunya dengan penuh kasih sayang hingga
wafat.
Pada saat kakeknya
wafat, usia Muhammad masih delapan tahun. Sebelum meninggal, Abdul Muthalib
mewasiatkan pengasuhan Muhammad kepada Abu Thalib pamannya. Abu Thalib
merupakan saudara kandung dengan Abdullah, ayah Muhammad.
Abu Thalib memberikan perhatian yang
sangat besarterhadap keponakannya. Dikisahkan, Abu Thalib tidak pernah tidur
kecuali Muhammad sudah ada di sampingnya, ia tidak pernah pergi kecuali dengan
mengajak Muhammad, ia selalu menyiapkan hidangan khusus untk Muhammad. Abu
Thalib mengasuh dan merawat beliau dengan penuh perhatian sampai wafatnya,
yaitu tiga tahun sebelum hijrah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar