Setelah turunnya Qs. Al-Mudatsir ayat 1-5, maka Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun langsung bangkit dari kasurnya. Lalu, beliau
segera menyerukan semua yang diperintahkan Allah secara sembunyi-sembunyi. Amru
ibn Abasah Rhadhiyallahu ‘Anhu menuturkan:
Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pada waktu baru saja beliau diutus sebagai nabi. Saat itu beliau berada di Mekah dan melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dan saat itu, beliau memulai dakwahnya dengan mengajak manusia untuk meng-Esakan Allah dan membersihkan segala bentuk kemusyrikan.
Dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pada
fase ini hanya terbatas pada keluarga dan sanak kerabat dekat beliau yaitu
istri, anak-anak, pelayan-pelayan, para sahabat karib beliau dan setiap orang
yang beliau pandang bias dipercaya untuk menjaga kerahasiaan dakwahnya.
Demikianlah, maka mereka yang pertama kali masuk Islam
adalah sebagai berikut:
1.
Istri
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anha. Ia
merupakan orang yang pertama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia pula yang
senantiasa menghibur Rasulullah saat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Oleh
karena itu, ia termasuk orang yang mendapat kabar gembira dari Rasul-Nya
tentang Syurga yang disiapkan Allah untuknya di hari akhirat.
2.
Sepupu
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Thalib Rhadiyallahu
‘Anhu. Beliau masuk Islam pada usia 10 tahun.
3.
Pelayan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Zaid bin Haritsah.
4.
Abu Bakar
as-Shiddiq Rhadiyallahu ‘Anhu. Ia merupakan laki-laki dewasa yang pertama kali
membenarkan kerasulan Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Pada fase dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Abu
Bakar ikut membantu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyebarkan Islam
di kalangan keluarga, budak, sahabat karib dan orang-orang yang percaya
kepadanya. Adapun yang berhasil diIslamkan oleh Abu Bakar adalah, Utsman ibn
Affan, Zubair ibn Awwam, Thalhah ibn Ubaidillah, Sa’ad ibn Abi Waqqash,
Abdurrahman ibn Auf, Utsman ibn Math’un, Abu Ubaidah ibn Jarrah, Abu Salamah
ibn Abdul Asad dan Arqam ibn Abi Arqam.
Dalam kurun waktu yang cukup singkat ini, agama Islam
lambat laun mulai menyebar di kota Mekah dan sekitarnya.
Tempat Pertemuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam
Pada awal dakwahnya di Mekah,
Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wa Sallam selalu mengadakan pertemuan rahasia dengan orang-orang yang
telah masuk Islam untuk menyampaikan beberapa ajaran Islam yang telah
diwahyukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepadanya. Pada tahun ke-5
dari permulaan dakwahnya beliau memilih rumah Arqam ibn Abi Arqam sebagai
tempat pertemuan tersebut. kaum muslimin yang aktif mengikuti pertemuan ini
sangat menjaga kerahasiaan pertemuan dan tempat tersebut. cara ini mereka
tempuh karena di dalamnya ada kemaslahatan (kepentingan yang lebih besar) bagi
kaum Muslimin dan Islam sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar