Tirmidzi meriwayatkan,
dari Abu Musa al-As’ari dia menuturkan, :
Abu Thalib membawa Muhammad pergi ke Syam bersama-sama dengan khalifah dagang Quraisy. Ketika hampir mendekati kediaman pendeta Bahira, mereka berhenti dan menurunkan barang-barang bawaan mereka. Lalu, pendeta itu menghampiri mereka dan memegang tangan Muhammad seraya berkata, “Anak ini adalah pemimpin alam semesta. Allah akan mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.” Maka berkatalah beberapa pemuka Quraisy kepadanya, “Dari mana engkau tahu hal ini?.” Pendeta itu menjawab, “Sesungguhnya ketika kalian berjalan dari Aqabah, tidak ada satu pohon dan bebatuan pun yang tidak bersujud. Dan mereka tidak akan bersujud kecuali hanya kepada seorang Nabi. Sedangkan aku, mengetahuinya dari stempel kenabian yang ada di bawah tulang rawan bahunya.” Pendeta itu kemudian berkata, “Siapakah wali anak ini?” Mereka (kaum Quraisy) menjawab, “Abu Thalib!” maka, pendeta tersebut menasehati Abu Thalib agar membawa kembali Muhammad ke Mekah.
Dari kisah di atas terbukti
bahwa Ahli Kitab mengenal dan mengetahui tanda-tanda kerasulan pada diri
Muhammad dan waktu kedatangannya, sebagaimana termaktub dalam kitab suci
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar