Minggu, 16 Oktober 2011

‘Am al-Huzn

Wafatnya Abu Thalib

Abu Thalib meninggal dunia pada tahun kesepuluh dari kenabian, tepatnya beberapa waktu setelah pemboikotan berakhir. Abu Thalib meninggal dunia pada bulan Ramadhan, tiga hari sebelum kematian Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anhu dan tiga tahun sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. 

Bukhari dan Muslim menuturkan, Ibnu Musayyab mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendatangi Abu Thalib yang saat itu sedang menghadapi sakaratul maut. Dan beliau mendapatkan Abu Jahal dan Abdullah ibn Abi Umayyah ibn Mughirah telah berada di sisi Abu Thalib. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata kepada pamannya, 

“Wahai pamanku, ucapkanlah tiada Tuhan selain Allah sebagai kalimat yang akan aku persaksikan untukmu di sisi Allah kelak.” Mendengar hal itu, Abu Jahal dan Abdullah ibn Abi Umayyah pun berkata, “Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muthalib?.” 

Akhirnya, Abu Thalib berkata bahwa dirinya memilih agama Abdul Muthalib dan menolak mengucapkan kalimat Laa Ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah).” Meski demikian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tetap berkata, 

“Sungguh, Demi Allah, aku masih akan tetap memohonkan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang melakukannya.” 

Maka, Allah, berfirman, Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang –orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam.” (Qs. At-taubah ayat 113).

Wafatnya Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anha

Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anha meninggal pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh dari kenabian dan tiga tahun sebelum hijrah. Abu Thalib dan Khadijah meninggal dunia dalam tahun yang sama. Kepergian kedua orang yang dicintainya ini merupakan cobaan yang amat berat bagi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Abu Thalib adalah bagaikan perisai dan pelindung bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Sedangkan Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anha merupakan seorang permaisuri yang beriman dan selalu setia menemani beliau dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dakwah.

Ahli sejarah menyebut tahun meninggalnya Abu Thalib dan Khadijah Rhadhiyallahu ‘Anha dengan “Tahun Kesedihan (‘Am al-Huzn).”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar