Apakah dengan ibadah yang kita lakukan ini kita benar-benar mengharapkan kehidupan akhirat yang lebih baik atau kita justru selalu hanya mengharapkan balasan kenikmatan di dunia ?
Lihatlah apakah setiap amalan baik dan do'a yang kita mohon kepada Allah adakah kita lebih cenderung mengharapkan tentang balasan perkara² dunia saja? seperti ingin rumah yang bagus, ingin banyak uang, karir yang mapan, jodoh yang rupawan, rezeki yang lancar, usaha yang sukses.
Dan adapun untuk kehidupan akhirat sudahkah menjadi tujuan dan senantiasa menjadi priorotas kita ketika memohon kepada Allah, seperti memohon hidayah, kematian yang husnul khatimah, dijauhkan dari azab kubur, diberi nauangan di padang mahsyar, dimudahkan hisab, mendapatkan catatan amal dari sebelah kanan, diberatkan timbangan kebaikan, selamat ketika meniti jembatan shirat yang membentang di atas neraka jahannan dan memohon surga firdaus,
Maka itu hendaknya kita mulai merenungkan, sudahkah ibadah yang kita kerjakan menjadikan akhirat sebagai prioritas tujuan atau justru hanya mengharap demi kenikmatan dunia saja.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Merekalah orang-orang yang di akhirat (kelak) tidak akan memperoleh (balasan) kecuali neraka dan lenyaplah apa (amal kebaikan) yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka lakukan” (QS Huud: 15-16).
Imam Qatadah bin Di’amah al-Bashri berkata tentang makna ayat di atas: “Barangsiapa yang menjadikan dunia (sebagai) target (utama), niat dan ambisinya, maka Allah akan membalas kebaikan-kebaikannya (dengan balasan) di dunia, kemudian di akhirat (kelak) dia tidak memiliki kebaikan untuk diberikan balasan. Adapun orang yang beriman, maka kebaikan-kebaikannya akan mendapat balasan di dunia dan memperoleh pahala di akhirat (kelak)” (Dinukil oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabari dalam tafsir beliau 15/264).
Inilah alasan kenapa Abdurahman bin Auf sering menangis ketika mendapatkan kenikmatan duniawi. Sahabat yang mulia ini khawatir bila kenikmatan di dunia saat ini merupakan nikmat akhirat yang disegerakan, sehingga kelak di akhirat tak didapatkan lagi nikmat-nikmat itu..
Semoga Allah Ta'ala memberikan Taufiq dan Hidayah kepada kita semua agar tetap istiqomah dan mampu meluruskan niat dalam setiap ibadah yang kita kerjakan. Aamiin.
✍ Habibie Quotes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar