Senin, 24 Agustus 2020

Syi'ah Sebuah Sekte

🔥 SYI'AH SEBUAH SEKTE

https://t.me/sahabat_taat

📄 Buletin Al-Faidah Edisi 50
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H

🖋 Penulis : Tim Buletin Al-Faidah
🔎 Koreksi: Al-Ustadz Abu Muhammad Musa حفظه اللّٰه

Suatu sekte atau golongan agama yang senantiasa menjadi buah bibir sebagian besar kaum muslimin di Indonesia. Ada yang membelanya serta memposisikannya dalam lingkup perbedaan fiqih, bahkan menggolongkannya sebagai suatu madzhab. Sebagian lainnya ikut latah dengan berbagai komentarnya. Sebagian lainnya bertanya-tanya tanpa memperoleh jawabannya.
 
Sungguh, duka sejarah bergelimang darah suci kaum muslimin seiring dengan berkembangnya sekte ini. Keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengan syari’at Islam menjadi prinsipnya. Itulah Syi’ah. Sebuah agama, sebuah sekte sesat.

Syiah memiliki beberapa kelompok,  akan tetapi ada tiga kelompok besar  yang memiliki pengaruh dalam sejarah, yakni Syiah Zaidiyyah, Syiah Ismailiyyah dan Syiah Imamiyyah Itsna ‘Asyariah (Rafidhah). Syiah Zaidiyyah merupakan salah satu kelompok Syiah yang tidak dinyatakan kafir oleh para ulama.

Adapun Syiah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah yang juga disebut dengan istilah lainnya, Rafidhah, adalah salah satu kelompok Syiah yang telah dinyatakan kafir oleh para ulama berdasarkan timbangan syariat Islam yang agung ini.

Pembaca buletin Al-Faidah رحمكم الله,

Segala perkara yang terkait permasalahan hukum, keamanan serta ketertiban masyarakat, tentulah penilaiannya haruslah sesuai dengan timbangan syariat Islam yang Allah سبحانه و تعالى turunkan. Begitu pula Syiah, dalam menilainya pun haruslah berdasarkan timbangan syariat.

Penilaian tentang Syiah, sesungguhnya telah final. Para ulama yang mulia, sejak dahulu sudah melakukan kajian yang panjang dan cermat tentang Syiah. Hasilnya, mereka (para ulama) sepakat bahwa Syiah adalah kelompok sesat yang telah menyimpang dari kebenaran. Berikut kami nukilkan sebagian keterangan para ulama tentang Syiah, diantaranya :

1.  Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله berkata:

لم أر أحدًا أشهد بالزور من الرافضة

“Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Syiah Rafidhah dalam persaksian palsu”. (Mizanul I’tidal  karya Al-Imam Adz-Dzahabi 2/27-28)

2.  Al-Imam Al-Bukhari رحمه الله berkata:

لا يسلم عليهم ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم

“Mereka (Syiah) tidak boleh diberi salam, tidak boleh dikunjungi ketika sakit, (tidak boleh) dinikahkan, (tidak boleh) dijadikan saksi, dan (tidak boleh)  dimakan sembelihannya” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, 125)

Pembaca buletin Al-Faidah رحمكم الله,

Tentulah para ulama tersebut  tidaklah serta-merta memberi penilaian yang demikian buruk terhadap Syiah, akan tetapi semua itu didasari penelitian yang berdasarkan pertimbangan syari’at Islam yang agung.  Dan karena keterbatasan ruang yang ada, berikut kami paparkan secara ringkas sejarah sekte Syiah serta sebagian penyimpangannya. Terkhusus Syiah Rafidhah, yang dinukil dari perkataan ulama-ulama  mereka, dimana salah satu saja dari penyimpangan tersebut merupakan bukti otentik kekafiran sekte Rafidhah ini.

⏳ Bersambung insyaAllah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

♻️ https://t.me/buletinalfaidah

✍👥 #SahabatHijrah Ikhwan
✍👥 #SahabatTaat Akhwat
✍📱 087788647517

🔥 LANJUTAN : SYI'AH SEBUAH SEKTE

📄 Buletin Al-Faidah Edisi 50
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H

🖋 Penulis: Tim Buletin Al-Faidah
🔎 Koreksi: Al-Ustadz Abu Muhammad Musa حفظه اللّٰه

🔎 Baca dari awal : https://t.me/sahabat_taat/11697

SEJARAH AGAMA SYI'AH

Agama Syiah, awal pertama kali muncul di akhir-akhir masa pemerintahan khalifah ketiga, Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه. Dipelopori oleh seorang yahudi yang berasal dari kota Shan’a Yaman bernama Abdullah bin Saba Al-Yahudi Al-Himyari.  Layaknya keumuman bangsa Yahudi, Abdullah bin Saba’ berkarakter buruk, licik, dan penuh makar terhadap Islam dan umat Islam.

Dia menyusup di tengah-tengah umat Islam untuk merusak tatanan agama dan masyarakat. Dengan berkedok keislaman, semangat amar ma’ruf nahi mungkar, dan bertopengkan tanassuk (giat beribadah) dia kemas berbagai misi jahatnya. Tak hanya aqidah sesat yang dia tebarkan di tengah umat, gerakan provokasi massa pun dilakukannya untuk menggulingkan Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه hingga terbunuhlah beliau.

Pembaca buletin Al-Faidah رحمكم الله,

Berikut ini kami paparkan beberapa penyimpangan-penyimpangan Syiah (terkhusus Syiah Rafidhah) yang merupakan pondasi agama mereka, diantaranya adalah sebagai berikut:

1️⃣ Agama Syiah meyakini bahwa Tuhan mereka berbeda dengan Tuhan (Rabb) nya kaum muslimin.

Berkata seorang tokoh Syiah Rafidhah bernama Ni’matullah Al-Jazairy:  “Sesungguhnya kami (kaum Syiah) tidak pernah bersepakat dengan mereka (kaum Muslimin) dalam menentukan Allah, nabi maupun imam. Sebab mereka (kaum muslimin) mangatakan bahwa Tuhan (Rabb) mereka adalah Tuhan yang menunjuk Muhammad ‘alaihi shalatu wa  sallam sebagai nabi-Nya dan Abu Bakr (yakni Abu Bakr Ash-Shiddiq) sebagai pengganti (khalifah) setelah beliau wafat. Kami (kaum Syiah) tidak setuju dengan Tuhan model seperti ini, dan kami juga tidak setuju dengan model nabi yang seperti ini. Sesungguhnya Tuhan yang memilih Abu Bakr sebagai pengganti nabi-Nya, bukanlah Tuhan kami. Dan nabi model seperti itu, bukan nabi kami." (Al-Anwaar An-Nu’maniyah, 1/278)

Kita berlindung kepada Allah dari kekufuran serta kesesatan ini.

Pembaca buletin Al-Faidah رحمكم الله,

Sungguh seorang muslim yang memiliki fitrah yang suci, tentu akan mengingkari keyakinan Syiah yang kufur tersebut. Dan dengan dasar keyakinan mereka di atas, menunjukkan bahwa mereka bukanlah muslim. Karena, seseorang akan teranggap sebagai seorang muslim manakala orang tersebut bersaksi dengan lisan dan hatinya bahwasanya hanya Dia-lah (Allah) satu-satu nya Ilah (Rabb) yang berhak untuk diibadahi dan bahwasanya Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan Allah subhaanahu wa ta’ala, atau yang dimaklumi dengan istilah dua kalimat syahadat yang merupakan salah satu dari rukun Islam.

Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda: “Islam adalah engkau bersaksi bahwasanya tiada Ilah (Rabb) yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan sholat (5 waktu), menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan serta menunaikan ibadah haji ke baitullah (bagi yang mampu).”  (Muttafaqun ‘alaihi)

Dan telah sepakat kaum muslimin, bahwa seorang yang tidak mengakui syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasuulullah, maka tidaklah diakui sebagai seorang muslim. Dan bahwa kaum Syiah tidak mengakui  syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasuulullah ini. Dan mereka kaum Syiah meniadakan dua kalimat syahadat ini dari rukun agama Islam.

Sebagaimana seorang ulama Syiah bernama Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini dalam kitabnya Al-Kafi (kitab yang sangat terpercaya bagi kaum Syiah layaknya kitab Shahihul Bukhari bagi kaum muslimin) meriwayatkan (secara dusta) atas nama Muhammad bin Ali al-Baqir, bahwasanya beliau berkata, “Islam itu dibangun diatas 5 perkara : Shalat, Zakat, Haji, Puasa,Wilayah (perwalian).” (Al-Kafi 2/18)

⏳ Bersambung insyaAllah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📲  ♻️ https://t.me/buletinalfaidah

✍👥 #SahabatHijrah Ikhwan
✍👥 #SahabatTaat Akhwat
✍📱 087788647517

🔥 LANJUTAN : SYI'AH SEBUAH SEKTE

📄 Buletin Al-Faidah Edisi 50
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H

🖋 Penulis: Tim Buletin Al-Faidah
🔎 Koreksi: Al-Ustadz Abu Muhammad Musa حفظه اللّٰه

🔎 Baca dari awal : https://t.me/sahabat_taat/11699

2️⃣ Agama Syiah tidak mengakui keaslian Al-Qur’an yang ada serta meyakini  bahwa pada Al-Qur’an telah terjadi perubahan.

Ulama Syiah bernama Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini, meriwayatkan secara dusta atas nama Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq, bahwasanya beliau berkata: “Sesungguhnya Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril kepada Muhammad  berjumlah 17.000 ayat.” (Al-Kafi 2/634)

Sebagaimana kita (kaum muslimin) mengetahui bahwa ayat Al-Qur’an berjumlah 6000 ayat lebih sedikit. Artinya, menurut agama Syiah, hampir 2/3 bagian telah hilang dari Al-Qur’an yang ada di tangan umat Islam. Dengan kata lain, Al-Qur’an yang dimiliki kaum Syiah yang diistilahkan dengan Mushaf Fathimah, jumlah ayatnya dua kali lebih banyak dari kitab suci umat Islam.

Seorang ulama Syiah lainnya yang bernama Muhammad bin Muhammad An-Nu’man yang diberi gelar dengan sebutan Al-Mufid menyatakan bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini tidak murni. Al-Qur’an yang sekarang sudah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan. (Awail Al-Maqaalat)

Pembaca buletin Al-Faidah رحمكم الله,

Sesungguhnya umat Islam ini telah sepakat bahwasanya kitab Allah yakni Al-Qur’an akan senantiasa terjaga dari pengubahan, penambahan ataupun pengurangan. Al-Qur’an akan terjaga dengan penjagaan Allah سبحانه و تعالى, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikra (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar (akan) memeliharanya.” (QS. Al-Hijr : 9)

Seorang ulama ahli tafsir di masa ini yang diakui keilmuannya, yang bernama Asy-Syaikh  Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan firman Allah di atas, kata beliau:

وحفظ الله ألفاظه من التغيير فيها والزيادة والنقص، ومعانيه من التبديل،

“Allah (senantiasa) memelihara lafadz-lafadz (yang terdapat) pada Al-Qur’an dari perubahan-perubahan padanya dan dari adanya penambahan serta pengurangannya. Dan juga Allah (senantiasa) menjaga makna-makna (yang terkandung di dalamnya) Al-Qur’an dari penyelewengan.” (Taisirul Kariimir Rahman fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan, maktabah An-Nubalaa’: 429)

Dan berdasarkan firman Allah  سبحانه و تعالى di atas, maka para ulama telah sepakat bahwa barangsiapa yang meyakini adanya tambahan ataupun pengurangan di dalam Al-Qur’an, maka sungguh telah kafir.  Diantaranya sebagaimana apa yang disebutkan oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy رحمه الله kata beliau:

ولا خلاف بين المسلمين في أن من جحد من القرآن سورة أو آية أو كلمة أو حرفًا متفقا عليه أنه كافر،

“Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan kaum muslimin (yakni para Ulama), bahwa barangsiapa yang mengingkari satu surat, atau satu ayat, atau satu kata, atau satu huruf dari Al-Qur’an yang disepakati, (maka) sungguh dia telah kafir.” (Syarhu Lum’ah al-I’tiqad: 46)

Semoga dengan pembahasan yang singkat di atas, kita dapat lebih mawas diri dari pemahaman yang berbahaya ini. Dan apabila memungkinkan akan kami lanjutkan pembahasan ini dengan mengetengahkan berbagai penyimpangan agama Syiah lainnya, Insya Allah.

Semoga Allah  سبحانه و تعالى  senantiasa memberi Hidayah dan Taufiq-Nya kepada kita, serta menyelamatkan kita dari kesesatan. Amin.

⏳ Selesai Walhamdulillah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📲  ♻️ https://t.me/buletinalfaidah

✍👥 #SahabatHijrah Ikhwan
✍👥 #SahabatTaat Akhwat
✍📱 087788647517

Tidak ada komentar:

Posting Komentar