[ Keberkahan Ada Di Dalam Sunnah ]
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily hafizhahullah
Mesjid Agung Karanganyar
Ahad, 5 Januari 2020/10 Jumadil Ula 1441 H
Penerjemah ;
Ustadz Abdullah Zaen MA hafizhahullah
Bismillah Alhamdulillah washalatu wasallam 'ala Rasulillah
1]. Definisi keberkahan, secara bahasa artinya kebaikan yang banyak, bertambah dan berkembang
Imam Al Azhari, makna asli berkah adalah bertambah dan berkembang
2]. Definisi Syar'i, kebaikan yang selalu bertambah berkembang yang Allah limpahkan dengan hikmah dan Ilmu Nya kepada sebagian makhluk yang dikehendaki Nya
Keberkahan sumbernya dari Allah, salah satu dalilnya QS Al Mulk
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu"
3]. Allah melimpahkan keberkahan kepada sebagian makhluk Nya, diantaranya keberkahan pada tanah (Syam), waktu (Lailatul Qadar), makhluk (Ka'bah), serta Zat
4]. Definisi Sunnah,
a. Secara Bahasa, jalan atau pola hidup
b. Secara Syariat, Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Sebagaimana Hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah. Di dalamnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَ فًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, dan untuk mendengar serta taat (kepada pimpinan) meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya, barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian (para sahabat), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidun –orang-orang yang mendapat petunjuk- sepeninggalku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian, jangan sekali-kali mengada-adakan perkara-perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat”. [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Sunnah sesuai disiplin ilmu ;
- Bidang Ushul Fiqh, istilah untuk hadits
- Bidang Fiqih, istilah untuk mustahab lawan dari wajib
- Bidang Aqidah, agama Islam secara keseluruhan (hadits irbad bin sariyah)
5]. Sunnah dalam judul kajian adalah agama Islam secara keseluruhan, yakni keberkahan ada dalam ajaran Islam.
Agama Islam secara umum mencakup Aqidah, Ibadah, Akhlaq. Siapapun yang berpegang teguh dengan Sunnah maka Allah akan berkahi kehidupannya baik itu pekerjaan, harta, keluarga, waktu dll..
6]. Dalil Keberkahan Sunnah
a. Keberkahan Al Qur'an, sumber utama Sunnah berasal dari Al Qur'an, selain itu Akhlaq Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam adalah Al-Qur'an.
Kitab Al Qur'an ini penuh dengan keberkahan serta membenarkan kitab-kitab sebelumnya sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS. Al-An'am Ayat 92)
Kitab penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi ayat-ayat Al Qur'an, maka akan mendapatkan banyak Keberkahan sebagaimana firman-Nya,
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29).
b. Keberkahan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam,
Allah telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sejak bayi, kisah Halimah as sa'diyah ibu persusuan beliau, mendapatkan keberkahan selama menyusui beliau diantaranya air ASI-nya lancar, air susu ontanya mengalir deras, keledai tunggangannya lincah, hujan turun deras di daerah tempat tinggalnya, tumbuh rumput yang banyak.
Oleh karena itu, Halimah membujuk kepada kakek beliau untuk menyusui beliau selama 5 tahun padahal rata2 hanya 2 tahun.
Keberkahan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam ketika dewasa, onta yang dinaiki Jabir sakit, Nabi kemudian mendoakan onta tersebut, kemudian ontanya Jabir tersebut berjalan kencang, telah mendapatkan limpahan berkah.
Perang Khandaq, Jabir memasak daging roti, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam mengundang seluruh shahabat yang menggali parit untuk makan bersama padahal jumlah makanan terbatas, namun beliau mendoakan makanan tersebut sehingga jumlahnya bertambah hingga cukup untuk makan para Shahabat radhiyallahu'anhum
Keberkahan dakwah beliau, diangkat menjadi nabi di usia 40 tahun wafat di usia 63 tahun, hanya dalam waktu 23 tahun beliau mendapat Wahyu dari Allah dan disampaikan kepada seluruh umat manusia...
Keberkahan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam diantaranya, keberkahan kota Madinah setelah beliau hijrah ke kota tersebut.
7]. Yang menjadikan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam penuh berkah adalah Allah, jika ingin diberkahi dalam umur pekerjaan keluarga harta waktu dsb maka mintalah kepada Allah...
8]. Dalam Sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam ada keberkahan
a. Membaca Al Qur'an,
عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: اقْرَؤُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ رواه مسلم
Dari Abu Umâmah al-Bâhili Radhiyallahu anhu dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bacalah surah al-Baqarah, karena sesungguhnya selalu menetapinya mendatangkan keberkahan, sedangkan meninggalkannya akan mengakibatkan penyesalan, dan para tukang sihir tidak akan mampu melakukannya. [HR. Muslim]
b.Shalat 5 lima waktu pahalanya 50x, mencegah perbuatan keji dan mungkar, akan membuat seseorang Istiqomah, serta akan tahu teman-teman yang layak dijadikan teman..
c. Berdzikir kepada Allah,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim no. 2695)
d. Ucapan Salam kepada sesama muslim
e. Shadaqah
f. Beramal di malam Lailatul Qadar
g. Amalan Puasa , orang yang makan Sahur diberkahi
9]. Sunnah jalan yang akan mengantarkan seseorang ke surga dan sebab kebahagiaan hidup di dunia....
10]. Sesi tanya jawab
Tanda ilmu seseorang tidak berkah adalah :
a. Ilmu Tidak diamalkan
b. Ilmu Tidak diajarkan
Tanda keberkahan poligami ;
a. Sunnah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam secara umum memberikan keberkahan
b. Anak yang banyak akan menjadi perpanjangan amal kebaikan orang tuanya
Cara Istiqomah di atas sunnah
a. Mempelajari Ilmu tentang Sunnah
b. Semangat Mengamalkan Ilmu tersebut
Seluruh kekeliruan terjadi karena 2 hal tersebut, karena tidaktahuan dan tidak mengamalkan Sunnah yang dipelajari...
Yang terpenting beramal itu adalah kesesuaian dengan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam...
Makna istidraj:
Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”
Ditulis : Pecinta Sunnah - Jogja
Referensi
1.https://almanhaj.or.id/2824-keistimewaan-keistimewaan-al-quran.html
2.https://pengusahamuslim.com/4270-wajibnya-mentadaburi-alquran.html
3.https://almanhaj.or.id/8728-keutamaan-membaca-dan-merenungkan-surat-albaqarah.html
4.https://konsultasisyariah.com/10940-makna-istidraj.html
Wallahua'lam
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar